Sudewi2000’s Weblog

December 31, 2009

SELAMAT JALAN GUS DUR

Filed under: My Self, Opinion — Tags: , , — sudewi2000 @ 9:08 am

Ketika mendapat sms dari temanku kalau Gus Dur wafat, entah kenapa ada rasa nelangsa. Rasa kehilangan yang amat sangat. Rasa ini sama sewaktu aku mengikuti sholat jenazah tokoh Masyumi “terakhir”, Anwar Harjono, di Mesjid Al Azhar tahun 1999. Juga ketika mendengar wafatnya Cak Nur. Sama perihnya ketika aku menguburkan papahku hampir dua tahun lalu di Palangka Raya. (more…)

September 13, 2009

JELAJAH PARIS (3): ARC DE TRIOMPHE

Mei 2008

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe merupakan monumen paling terkenal di Prancis. Terletak di pusat Place Charles de Gaulle, monumen ini juga terkenal dengan nama  ”Place de l’Étoile”. Jika kita berjalan menyusuri Champs-Élysées, bangunan ini berada di ujung bagian barat.

Arc de Triomphe di Malam Hari (Foto: en.wikipedia.org)

Arc de Triomphe di Malam Hari (Foto: en.wikipedia.org)

Bersama Yani dan Ela di Depan Arch de Triomph (Foto: Wahyu ISS, Mei 2008)

Bersama Yani dan Ela di Depan Arch de Triomphe (Foto: Wahyu ISS, Mei 2008)

(more…)

TORAJA YANG MEMPESONA (3): BATUTUMONGA DAN BORI

Mei 2007

Batutumonga

“Jika ingin menikmati keindahan Tana Toraja dari ketinggian, pergilah ke Batutumonga”. Demikian pesan seorang kawan kepadaku ketika tahu aku akan ke Toraja. Karena itu, dari Lokomata, yang terletak di lereng Gunung Sesean, beranjaklah aku dan beberapa teman, dengan mobil, mendaki sampai ke Batutumonga.

Di sepanjang jalan berliku dan mendaki, pemandangan cantik menjadi suguhan mempesona. Aku juga sempat terpana menyaksikan sorot ekspresif wajah seorang perempuan tua Toraja yang kutemui di jalan.

Perempuan Toraja di Wilayah Sesean (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)Perempuan Toraja di Wilayah Sesean (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Pemandangan dari Batutumonga (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)Pemandangan dari Batutumonga (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

(more…)

TORAJA YANG MEMPESONA (2): LEMO DAN LOKOMATA

Mei 2007

Lemo

Lemo adalah tempat pekuburan dinding berbatu. Letaknya di Desa Lemo. Disebut Lemo, karena pekuburan batu utama memiliki dinding yang berkerut-kerut seperti kulit jeruk atau lemo dalam bahasa setempat. Diperkirakan ada sekitar 75 buah lubang batu kuno di tempat ini. Di dalam lubang-lubang batu tersebut juga ditemui patung-patung dari mereka yang sudah meninggal dan dimakamkan di sini (tau-tau).

Salah Satu Pekuburan Batu di Desa Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Pekuburan Batu di Desa Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

(more…)

JELAJAH PARIS (2): EIFFEL DAN PALAIS DE CHAILLOT

Mei 2008

Selama menjejaki Paris secara singkat Mei 2008 lalu, beberapa sudut kota cantik tersebut berhasil kujelajahi. Berikut ini masih sedikit tentang Eiffel dan kemudian, Palais de Chaillot.

Eiffel lagi…

Yang satu ini menjadi ikon utama Paris: Menara Eiffel. Walaupun mendung pagi menyelimuti, keinginan untuk berlama-lama depan Eiffel tidak mampu terbendung. Dingin bukan masalah.

Menara Eiffel di Belakang (Foto: Wahyu ISS, 13 Mei 2008)

Menara Eiffel di Belakang (Foto: Aga ISS, Mei 2008)

(more…)

August 24, 2009

TORAJA YANG MEMPESONA (1): KE’TE’ KESU’ DAN LONDA

Mei 2007

Aku dan dua sahabat, Erni dan Salma, memutuskan untuk menghabiskan waktu selama 2 hari 1 malam di Toraja. Dari Makassar, kami mengendarai mobil sejauh 7-8 jam melalui jalan yang berkelok-kelok. Perjalanan sejauh 350 km ke arah utara dari ibukota provinsi Sulawesi Selatan, pada awalnya terasa melelahkan. Namun menyaksikan keindahan alam di sepanjang perjalanan, membuatku yang terkadang mabuk darat, menjadi merasa begitu fit dan siap untuk menjelajahi Tana Toraja. Salah satu yang menarik sebelum memasuki Toraja adalah pemandangan Gunung Nona di sebelah kanan jalan.

Gunung Nona (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Gunung Nona (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Rumah Adat Tongkonan di Kete' Kesu' (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Rumah Adat Tongkonan di Ke’te’ Kesu’ (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

(more…)

August 13, 2009

RAMA MENCARI KASTIL

10 Agustus 2009.

Anak bungsuku, Rama, nampak begitu girang mulai dari pesawat lepas landas dari Banjarmasin, sampai mendarat di Cengkareng. “Rama mau melihat kastil,” tegasnya berulang-ulang. Permintaan yang membuatku garuk-garuk kepala memikirkan apakah ada tempat serupa kastil di Jakarta.

Rama Sedang Menjelajah "Kastil" (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2009)

Rama Sedang Menjelajah “Kastil” (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2009)

(more…)

August 9, 2009

MAKNA HORIZONTAL, VERTIKAL DAN SUPER REVOLUSI

Filed under: Opinion — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 7:50 am

Oleh: Swary Utami Dewi
Kawal Borneo Community Foundation

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, Kamis, 6 Agustus 2009, halaman 3.

Saat Isra Mi’raj, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian beranjak naik ke langit, lapis demi lapis. Dalam kediamanku, tiba-tiba aku terfikir tentang Isra Mi’raj. Bagi sang Nabi Besar, ia bermakna luar biasa dan membuatnya memiliki keajaiban yang tidak dimiliki para Nabi lain. Muhammad bahkan sanggup berada di langit dan menemui para Nabi yang telah lebih dahulu berpulang.

Menelan Matahari Senja di Losari (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2008)

Menelan Matahari Senja di Losari (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2008)

(more…)

MARI BERKUNJUNG KE KABUPATEN WONOSOBO

Ditulis 9 Agustus 2009

Wonosobo.

Beberapa kali aku mengunjungi Wonosobo untuk keperluan pekerjaan. Kabupaten yang terletak di Jawa Tengah ini bisa ditempuh lewat jalan darat sekitar 2-3 jam dari Yogyakarta. Daerah ini terletak cukup tinggi dari permukaan laut dan sebagian besarnya merupakan wilayah pegunungan. Di bagian timur misalnya, bisa dijumpai dua gunung berapi: Sindoro dan Sumbing. Sementara, di bagian Utara terdapat Gunung Prahu yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng. Tidak heran jika baru memasuki Wonosobo, udara sejuk langsung menyergap. Hotel dan penginapan di Wonosobo karenanya, tidak lagi memerlukan penyejuk udara. Salah Satu Sudut Kota Wonosobo (Foto: Azharuddin, Juni 2006)

Salah Satu Sudut Kota Wonosobo (Foto: Azharuddin, Juni 2006) (more…)

PELAJARAN BERHARGA DARI PARA SENIMAN: MBAH SURIP, RENDRA, SUTARDJI

Banjarbaru, 9 Agustus 2009

Tulisan ini dimuat di koran Radar Banjarmasin, 10 Agustus 2009, halaman 3.

Mbah Surip meninggal beberapa hari yang lalu. Aku tidak mengenalnya, hanya pernah sekali bertemu suatu hari di tahun 2008, kalau tidak salah, saat aku dan sahabatku Rara bertemu dengan penyair besar Sutardji Calzoum Bachri di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ayah, demikian aku dan Rara memanggil Sutardji, memperkenalkanku ke Mbah Surip. Aku sempat terbengong melihat rambut gimbalnya yang dahsyat dan cara ketawanya yang khas. Kami kemudian berkesempatan melihat Mbah Surip dengan gaya kocaknya menyanyi. Itu saja yang kualami. Dan aku tidak sempat mengenalnya dengan baik. Mbah Surip pergi dalam damai dan sedang dalam masa popularitas pada 4 Agustus 2009.

Aku dan Sutardji (Foto: Ganjar, Juni 2007)

Aku dan Ayah Sutardji (Foto: Ganjar, Juni 2007)

(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.