Sudewi2000’s Weblog

July 26, 2009

SEKOLAH GRATIS ATAU (CUMA) SPP YANG GRATIS?

Oleh: Swary Utami Dewi

Kawal Borneo Community Foundation (KBCF)

Tulisan ini dimuat dalam Koran Radar Banjarmasin, 27 Juli 2009, halaman 3.

Hari Anak Nasional, 23 Juli, baru saja berlalu. Saat membaca Kompas tertanggal 24 Juli 2009 tentang pendidikan gratis di Indonesia, aku teringat nasib jutaan anak Indonesia yang masih sulit mengenyam pendidikan dasar. Dalam tulisannya di harian nasional tersebut, dengan gamblang sang penulis menggambarkan ironi kebijakan sekolah gratis. Dikatakan ada perbedaan konsep antara pemerintah dan masyarakat tentang apa yang dimaksud gratis. Menurut pemerintah, sekolah gratis berarti tidak ada sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Sementara menurut masyarakat, sekolah gratis harus benar-benar gratis, tanpa pungutan ini itu.

Anak Anak Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2007)

Anak Anak Usia Sekolah di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2007)

(more…)

Advertisements

July 4, 2009

Setumpuk Oleh-Oleh Sultra- Pemantapan ke Depan

Meski masih lelah sehabis melakukan serangkaian kegiatan Hutan Adat Wonosadi di salah satu areal hutan rakyat di Gunung Kidul Yogya, aku segera terbang ke Makassar untuk kemudian lanjut ke Kendari. Agak bete sesudah mengetahui pesawat dari Makassar ke Kendari harus dibatalkan karena rusak sehingga aku harus melanjutkan esok harinya tanggal 28 Juni 2009.

Aku dan teman-teman KHJL dan dishut Sultra (Foto: staf KHJL, Juni 2009)

Aku dan teman-teman KHJL dan dishut Sultra (Foto: staf KHJL, Juni 2009)

(more…)

November 29, 2008

BERKAH SELAMA PRJ: PENJUAL KERAK TELOR ALA GARUT

Kemayoran, 3 Juli 2008

Teddy, demikian dia memperkenalkan diri, dengan cekatan membalik wajan yang sudah berisi bahan kerak telor di atas tungku api anglo yang menyala. Beberapa menit kemudian, matanglah masakan tradisional khas Betawi itu. Pemuda berusia 19 tahun itu meletakkan kerak telor di atas piring dan menaburkan sejenis serundeng ebi di atasnya.

Aku, yang sengaja keluar menjelang tengah malam mencari kerak telor bersama sahabatku Lisa, kemudian asyik menyantap penganan variasi nasi itu. Iseng aku bertanya darimana Teddy berasal. Pikirku pasti orang Betawi asli. Ternyata salah besar. Dia ternyata berasal dari Garut, Jawa Barat.

Bread and Fruit Dish on a Table (Picasso, 1909)

Bread and Fruit Dish on a Table (Picasso, 1909)

Di sela-sela pelaksanaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang diadakan selama sebulan dari 13 Juni sampai 13 Juli di Kemayoran, Jakarta, Teddy bersama 180 penduduk Kabupaten Garut, sengaja memboyong diri selama sebulan, datang ke sekitar areal PRJ, untuk berjualan kerak telor. Ternganga aku mendengarnya. Teddy yang berasal dari Desa Waas, bersama-sama dengan penduduk laki-laki dari 3 desa lainnya, berombongan naik bis menuju Jakarta demi mengais rejeki selama PRJ berlangsung. (more…)

October 18, 2008

PANGKANG LESTARI, MANGROVE REHABILITATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT IN TELUK LOMBOK

The paper was prepared for the International Conference on Poverty Reduction and Forests, organized by RECOFTC, Bangkok, Thailand, 3-7 September 2007.

BIKAL)

Rehabilitation Efforts by the Community (By: BIKAL)

The writing below tells about efforts conducted by a mangrove farmer organization, Pangkang Lestari, in Teluk Lombok, a sub-village in Kutai national Park, East Kalimantan. Begun from a mangrove rehabilitation project, Pangkang Lestari has started promoting income generation, gender empowerment and shared-learning among communities in Kutai National Park. Although the journey to reach a better life is not always smooth, challenges are faced with learning and sharing spirits and by the help of local leaders and stakeholders.

(more…)

October 6, 2008

URGENSI IJIN DEFINITIF HKM

Swary Utami Dewi)

Suasana Evaluasi HKm yang Dilakukan Dephut (Foto: Swary Utami Dewi)

Ditulis 5 Agustus 2007

“Saya merinding mendengar kabar ijin definitif Hutan Kemasyarakatan (HKm) akan keluar,” komentar Ketua Kelompok Tani Manunggal, Gunung Kidul. Kalimat tersebut keluar saat pertemuan tim evaluasi HKm yang dibentuk Departemen Kehutanan di Kantor Bappeda Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, 13 Juli 2007. Diskusi di kantor tersebut mengakhiri kegiatan 3 hari evaluasi ijin sementara HKm yang diselenggarakan oleh Departemen Kehutanan.

(more…)

October 1, 2008

MANGGARAI: SEKERANJANG PELAJARAN DARI MASYARAKAT

Kesejukan dan Tapak Meraih Mimpi

11 Mei 2007

Sawah Terbentang di Tengah Kesejukan Manggarai (Foto Swary Utami Dewi)

Sawah Lingko Terbentang di Tengah Kesejukan Manggarai (Foto Swary Utami Dewi)

Menyejukkan. Itulah kata yang mungkin cukup bisa menggambarkan Kabupaten Manggarai, NTT, saat pertama aku mengenalnya. Menyejukkan baik dalam hal cuaca, keramahan penduduk dan keindahan alam. Saat itu lewat pertengahan April 2007. Walau tidak tahu persis berapa derajat suhu waktu aku berkelana seminggu di sana , siang hari terasa sejuk. Bahkan pada saat matahari ada dan menyembul dari balik awan, dingin tetap terasa. Jangan tanya di malam hari. Kita dipastikan akan menggigil jika tidak mengenakan celana dan baju panjang, jaket, kaos kaki dan selimut tebal. Beberapa teman mengatakan, aku cukup beruntung datang saat musim hujan. Jika musim kemarau datang, bbbrrrr…. pasti lebih dingin lagi.

(more…)

PANGKANG LESTARI, MANGROVE REHABILITATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT

4 May 2007

Planting Mangrove (by BIKAL)

Planting Mangrove (by BIKAL)

This is a summary of experience of a mangrove farmer organization, Pangkang Lestari and its efforts to promote mangrove rehabilitation & community empowerment in Dusun Teluk Lombok, Kutai National Park, East Kalimantan . Several benefits for the community are also mentioned here.

(more…)

UPAYA MERAIH PASAR YANG LEBIH BAIK: KISAH PARA PETANI HASIL HUTAN BUKAN KAYU

Versi 23 Maret 2007

Tulisan ini menjadi salah satu artikel di buku Menjual Hutan Memanfaatkan Hasil Hutan Non-Kayu (Yayasan Setara, 2007), halaman 1-7.

Azharuddin TEROPONG)

Hamparan Rotan Katingan (Foto: Azharuddin TEROPONG)

“Waduh, Bu. Celaka. Rotan kami tenggelam di Sungai Katingan. Padahal ini pengalaman pertama menjual langsung rotan ke pasar di Jawa.” Berita tersebut disampaikan Muntifer, Sekjen Perkumpulan Petani Rotan Katingan, Kalimantan Tengah. Bagi petani rotan Katingan,jalan sungai merupakan cara yang lebih efektif, kalau bukan satu-satunya, dibanding jalur darat yang masih susah ditembus kendaraan.

(more…)

UPAYA MEMBUDIDAYAKAN LUKUI, SI EKSOTIS DARI LOKSADO

10 Februari 2007

Swary Utami Dewi)

Anggrek Bulan Halong: Salah Satu Anggrek Asli Meratus (Foto: Swary Utami Dewi)

Loksado, salah satu kecamatan dalam lingkup Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, terkenal sebagai wilayah wisata di kawasan pengunungan Meratus. Menyebut Loksado bagi kebanyakan orang di Kalimantan Selatan, akan mengingatkan mereka pada air terjun, hutan yang relatif masih lebat dan kegiatan arung jeram (melanting) di Sungai Amandit. Dari Banjarbaru diperlukan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai Kandangan, ibukota kabupaten, kemudian ditambah perjalanan 30 menit untuk sampai di Kecamatan Loksado.

(more…)

MORE THAN MERE ECONOMICS

Version: 18 December 2006

Translation by Ben Dowson
Final edit by Swary Utami Dewi

Sentarum National Park, West Kalimantan (by RIAK BUMI)

Sentarum National Park, West Kalimantan (by RIAK BUMI)

Despite sustaining extensive damage, Kalimantan’s forests are still considered a very important global resource, owing to their great biodiversity. Various kinds of animals and plants live and thrive within these forests. Certain fauna that are classified as endangered, such as the orangutan, hornbill and proboscis monkey, can still be found there. The same is true of flora such as the black orchid and ulin, a type of hardwood.
However, within the last decades, the forest’s wealth has been entirely obliterated. Non-timber forest products have been overlooked. Multistakeholder Forestry Program (MFP) stakeholders in Kalimantan have taken steps to develop the economies of the local communities based on the exploitation of non-timber forest products. Some have begun to prosper, while others are still fighting for survival. However, one important lesson has been learnt. The strengthening of local economies has opened the door to other issues such as gender, and community bargaining strength. This paper discusses what has happened in Kalimantan.

(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.