Sudewi2000’s Weblog

January 23, 2011

Perubahan Iklim: Kaum Muda Bisa Berbuat

Sejak 1990-an, pembicaraan mengenai sebab dan dampak perubahan iklim mulai dibicarakan. Isu ini telah mendunia dan mendapat perhatian khusus di mana-mana. Ini dilakukan karena ternyata perubahan iklim bukan lagi merupakan “berita” saja. Dampaknya sudah mulai terasa. Dalam konteks Indonesia misalnya, di beberapa tempat seperti Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2010 tercatat hujan turun sepanjang tahun, sehingga “musim kemaraupun” disebut sebagai kemarau basah karena hujan selalu turun.

Foto presenter dari The Climate Project bersama Al Gore, 9 Januari 2011

(more…)

July 26, 2009

LAUT JUGA SAMA PENTINGNYA: PELAJARAN PENTING KONFERENSI KELAUTAN SEDUNIA 2009

Oleh: Swary Utami Dewi

World Ocean Conference atau Konferensi Kelautan Sedunia (KKS) telah selesai digelar di Manado, Sulawesi Utara, beberapa bulan lalu. Pada konferensi kelautan pertama di dunia yang diselenggarakan 11-15 Mei 2009, Indonesia menjadi tuan rumah. Konferensi yang dihadiri 73 negara dan 11 lembaga internasional ini menekankan pentingnya memperhatikan laut dalam konteks perubahan iklim yang menjadi momok dunia dewasa ini. Jika Konferensi Perubahan Iklim di Bali Desember 2007 lebih memfokuskan pada isu yg sifatnya kedaratan (seperti industrialisasi, gaya hidup dan peran penting hutan), KKS 2009 ini semakin menyadarkan kita tentang pentingnya laut dalam isu perubahan iklim.

Sunset di Losari, Makassar (Foto: Swary Utami Dewi, April 2008)

Sunset di Losari, Makassar (Foto: Swary Utami Dewi, April 2008)

(more…)

June 23, 2009

Tami, to be trained by Al Gore in July 2009

The selection of Swary Utami Dewi (Tami for short) from the Working Group on Community Empowerment of the Ministry of Forestry of Indonesia, to be trained by former US vice president Al Gore at The Climate Project – Australia Asia Pacific Summit (A-P Summit).

The Leadership for Environment and Development (LEAD) fellow of Indonesia, Tami, has been selected from more than 2000 Australasian applicants to travel to Melbourne and complete a three day intensive course where she will learn to deliver a version the slide show from the documentary An Inconvenient Truth.

(more…)

November 3, 2008

ALTERNATIF SKEMA PERDAGANGAN KARBON

Ditulis 3 November 2008 (Revisi dari Tulisan Versi 8 November 2007).

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, 7 November 2008, halaman 3.

Swary Utami Dewi)

Perubahan Iklim Disinyalir Karena Pemanasan Global (Foto: Swary Utami Dewi)

Berbagai dampak dari perubahan iklim mulai terasa dalam berbagai bentuk. Meningkatnya intensitas banjir, fluktuasi perubahan cuaca, ketidakjelasan transisi antar musim, naiknya permukaan air laut dan kebakaran hutan adalah beberapa contoh dari dampak tersebut. Lebih lanjut, beberapa efek juga akan mengikuti seperti ancaman kekurangan bahan pangan karena kegagalan panen dan semakin berjangkitnya berbagai jenis penyakit. Dalam jangka panjang, beberapa ancaman serius juga bisa terjadi seperti berkurang atau punahnya beberapa spesies flora dan fauna dan terganggunya keanekaragaman hayati. Pendek kata, perubahan iklim akan mengancam berbagai bidang kehidupan, tidak hanya bagi manusia, tapi bagi berbagai makhluk hidup di muka bumi ini.

(more…)

October 18, 2008

PANGKANG LESTARI, MANGROVE REHABILITATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT IN TELUK LOMBOK

The paper was prepared for the International Conference on Poverty Reduction and Forests, organized by RECOFTC, Bangkok, Thailand, 3-7 September 2007.

BIKAL)

Rehabilitation Efforts by the Community (By: BIKAL)

The writing below tells about efforts conducted by a mangrove farmer organization, Pangkang Lestari, in Teluk Lombok, a sub-village in Kutai national Park, East Kalimantan. Begun from a mangrove rehabilitation project, Pangkang Lestari has started promoting income generation, gender empowerment and shared-learning among communities in Kutai National Park. Although the journey to reach a better life is not always smooth, challenges are faced with learning and sharing spirits and by the help of local leaders and stakeholders.

(more…)

October 1, 2008

PANGKANG LESTARI, MANGROVE REHABILITATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT

4 May 2007

Planting Mangrove (by BIKAL)

Planting Mangrove (by BIKAL)

This is a summary of experience of a mangrove farmer organization, Pangkang Lestari and its efforts to promote mangrove rehabilitation & community empowerment in Dusun Teluk Lombok, Kutai National Park, East Kalimantan . Several benefits for the community are also mentioned here.

(more…)

September 30, 2008

A Story of Teluk Lombok, Kutai National Park, East Kalimantan

By: Swary Utami Dewi

25 October 2006

Children of Teluk Lombok (by Yusuf of PENA INDONESIA

Children of Teluk Lombok (by Yusuf of PENA INDONESIA)

Teluk Lombok sub-village, part of Sangkima village is located on the coastal area of Kutai National Park, which covers 198,629 hectares of forestland in East Kalimantan. Like many other coastal communities, the community of Teluk Lombok sub-village had depended on mangrove forests and marine resources such as crabs, shrimp, and fish for their livelihoods. However, in the 1970s, things started to change. External parties came to cut down the mangrove forests. Some also introduced shrimp rearing ponds. Slowly, it depleted the village’s mangrove forests. In 1980-an, the Teluk Lombok community started to harvest the fruits of depleted mangrove forests. Due to abrasion on the coast, the community had to move houses to inland. The subsequent reduction in crabs and fish that lived in the roots of the mangrove trees had also a devastating impact on the community’s welfare. (more…)

MERINTIS KONSERVASI, KESEJAHTERAAN DAN KESETARAAN BERSAMA BAKAU

Tulisan versi 22 Oktober 2006

Dimuat sebagai salah satu artikel dalam buku Dari Desa ke Desa: Dinamika Gender dan Pengelolaan Kekayaan Alam (CIFOR, 2007), halaman 9-22.

Menatap Masa Depan

Anak Teluk Lombok: Menatap Masa Depan (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

…Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.“ (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama BIKAL, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju kesetaraan dan hidup yang lebih baik bersama bakau.

(more…)

MENAPAK SUKSES BERSAMA BAKAU

Versi 15 September 2005

“Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.” (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Bikal, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju hidup yang lebih baik bersama bakau.

BIKAL)

Abrasi di Teluk Lombok (Foto: BIKAL)

Bakau dan Teluk Lombok

Teluk Lombok dan satu dusun lainnya berada dalam naungan desa Sangkima, tidak jauh dari pesisir Taman Nasional Kutai. Sangkima sendiri tercatat sebagai desa tertua di wilayah taman nasional yang memiliki luas 198.629 hektar ini. Hutan mangrove yang melindungi pantai dari erosi, hantaman gelombang dan terpaan badai, terbentang di sepanjang timur taman nasional itu. Hutan bakau di Taman Nasional Kutai merupakan bagian dari kekayaan hutan bakau Kalimantan Timur yang luasnya hanya kalah dari hutan serupa di Papua dan Sumatera Selatan.

(more…)

PEREMPUAN DAN KRUPUK KEPITING

8 September 2005

Desa Sangkima berada di pesisir Taman Nasional Kutai. TNK sendiri memiliki luas 198.629 ha, berada di wilayah Kab. Kutai Timur, Kutai Kertanegara dan Kota Bontang. Seperti halnya dengan masyarakat di daerah pantai lainnya, masyarakat Sangkima sangat menggantungkan kehidupannya pada hutan bakau dan hasil laut yang ada di situ. Menangkap kepiting, selain udang dan ikan, menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Sangkima.

Kelompok Tani Pangkang Lestari

Kelompok Tani Pangkang Lestari (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.