Sudewi2000’s Weblog

June 10, 2012

Julian Baggini: Philosophy as Judgment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 1:59 am

11 Oktober 2011

Julian Baggini (lahir 1968) adalah seorang filsuf dari Inggris dan pengarang beberapa buku dan artikel filsafat. Salah satu artikelnya berjudul “Philosophy as Judgement”. Tulisan berikut membahas secara garis besar mengenai artikel Baggini tersebut.

(more…)

Martin Buber: What is Man?

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 1:22 am

30 November 2011

Dalam tulisannya di Bab 5 “What Is Man?” (Buber, Between Man and Man, Routledge, 2002), Martin Buber memulai dengan mengutip perkataan dari Rabbi Bunam von Przysucha: “I wanted to write a book called Adam, which would be about the whole man. But then I decided not to write it.” Buber juga mengutip tulisan filsuf Malebranche dalam tulisannya De la recherce de la verite (1674): “Of all human knowledge the knowledge of man is the most deserving of his study.” Ungkapan ini menyiratkan tentang pentingnya menempatkan pengetahuan tentang manusia secara utuh dalam pengetahuan. Namun, meski disadari penting, Buber menekankan bahwa pengetahuan tersebut seringkali diabaikan oleh manusia itu sendiri.

(more…)

Heidegger: The Fundamental Question of Metaphysics

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — sudewi2000 @ 1:03 am

15 November 2011

Heidegger melihat metafisika sebagai pertanyaan seputar beings dalam kaitannya dengan Being. Usaha untuk mencari Ada dilakukan Heidegger dengan mendekati “Ada” sebagai fenomena, yaitu membiarkan Ada itu menampakkan dirinya. Dalam chapter pertama yang berjudul The Fundamental Question of Metaphysics (halaman 1-54), Heidegger memulai tulisannya dengan pertanyaan: Mengapa yang ada adalah “adaan” dan bukannya “ketiadaan”? (“Why are there beings at all instead of nothing?).

(more…)

January 3, 2012

KANT: KONTRIBUSI REVOLUSIONER DAN PENGARUHNYA DALAM FILSAFAT

Filed under: Philosophy — Tags: , , , , , — sudewi2000 @ 5:50 am

Oleh: Swary Utami Dewi

Immanuel Kant (1724-1804) merupakan filsuf paling berpengaruh dalam sejarah filsafat modern. Kant telah melakukan sesuatu yang luarbiasa yaitu mensintesakan dua aliran filsafat yang berlawanan pada masanya, yaitu Rasionalisme dan Empirisme melalui ”Revolusi Kopernikan”-nya. Dalam perkembangan selanjutnya, sintesa Kant mendorong aliran-aliran filsafat baru.Tulisan berikut akan menguraikan sintesa Kant terhadap Rasionalisme dan Empirisme melalui Revolusi Kopernikan-nya serta kelahiran aliran-aliran filsafat baru yang diilhami Kant

(more…)

Hanya Tubuh Semata?

Filed under: Opinion, Philosophy — Tags: , , , — sudewi2000 @ 5:20 am

Dua tahun lalu, Ara, anak perempuanku yang saat itu masih berusia 8 tahun bertanya,  “ Mengapa banyak yang mengatakan perempuan yang disebut cantik harus seperti mereka yang terpilih menjadi Putri Indonesia dan Miss Indonesia? Apakah Kintan yang kulitnya coklat bisa dikategorikan cantik menurut orang lain?” Saat saya balik bertanya, apakah menurut pandangannya sang sepupu cantik, dia  mengangguk dan memberi penjelasan, “Menurut Ara, Kintan cantik. Sama seperti Ara melihat setiap perempuan itu cantik.” Pertanyaan ini nampaknya sederhana, tapi merunut pada pertanyaan lanjutan tentang apa itu tubuh yang ”kebetulan” dalam hal ini dibungkus oleh predikat ”cantik”.

(more…)

Etika Bisnis yang Baik dan Benar dalam Praktik Bisnis Sumber Daya Alam

Filed under: Opinion, Philosophy — Tags: , , , — sudewi2000 @ 4:38 am

Oleh: Swary Utami Dewi

Banjarbaru, 30 Desember 2011

 

Pendahuluan

Sepanjang tahun 2011 beberapa kasus konflik antara pengusaha dengan masyarakat maupun kasus kerusakan lingkungan dan sumber daya alam, yang disinyalir dilakukan beberapa pelaku bisnis, mencuat di berbagai media massa. Untuk konflik antara perusahaan dengan masyarakat bisa disebut misalnya kasus perkebunan sawit di Mesuji (di perbatasan Lampung dan Sumatra Selatan) serta kasus pertambangan di Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat) yang baru saja terjadi. Tahun-tahun sebelumnya juga muncul kasus serupa misalnya kasus dua tambang besar milik asing di Sumbawa(Nusa Tenggara Barat) dan Papua. Di sini, kepentingan ekonomi (diwakili para pengusaha) nampaknya kerap berhadapan dengan kepentingan masyarakat adat/lokal serta lingkungan. Tidak bisa dipungkiri bahwa usaha-usaha ekonomi, termasuk yang berskala besar, adalah penting dalam rangka mendorong pertumbuhan (growth) yang pada akhirnya diharapkan menuju pada pemerataan dan kesejahteraan bersama. Namun, kita tidak bisa menutup mata kalau terdapat pandangan dan praktik bisnis yang menimbulkan akibat dan dampak yang tidak diharapkan seperti konflik dengan masyarakat adat/lokal, kerusakan lingkungan serta peminggiran dan pemiskinan masyarakat dalam berbagai bentuk. Tepatkah praktik bisnis yang kerap menuai kritik tersebut? Bagaimana seharusnya bisnis terkait dijalankan agar bisa disebut baik dan benar? Kajian etis terhadap persoalan tersebut akan dilakukan di sini.

(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.