Sudewi2000’s Weblog

March 15, 2010

Kembali ke Rembang: Kuliner, Batik, Rumpi Bahagia dan Ketoprak

Rembang, Sabtu, 13 Maret 2010

Hari ini kembali menyenangkan. Aku terbangun cukup pagi. Sesudah mandi, Eni masuk ke kamar dan mengobrol. Dia terbahak melihat sajadahku yang mengarah ke utara, kemudian membenahi ke arah barat.

Sesudah mengeluarkan beberapa baju yang dirasa muat di badan — maklum, Eni baru melahirkan putri keduanya Safwa tiga bulan lalu sehingga berat masih merupakan ”masalah” — aku langsung mengusulkan hari ini bisa di isi dengan kegiatan melihat-lihat batik Lasem, batik khas rembang dilanjutkan dengan menyantap makanan khas sini.

Penjahit favoritku, Mbak Titin, di workshopnya yang juga menjual batik tulis Lasem (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2010)

Saat sarapan, Mas Lilik, yang akan mengantar kami bepergian memberi info bahwa ada ayam bakar yang dipanggang bulat utuh di Blora, yang terletak sekitar 1 jam dari Rembang. Usul punya usul, aku setuju ketika Eni mengajak ke sana. ”Kita ajak Mas Tutut, yuk,” katanya. Namun ternyata Mas Tutut, panggilan akrab bagi Yaqut, tidak bisa ikut. Jadwal kampanyenya sebagai cabup dan berbagai acara yang harus dihadiri membuatnya tidak bisa bergabung. Jadilah aku, Eni dan kedua putrinya disertai dua pengasuh, Mbak Endang dan Mbak Iis, diantar Mas Lilik berkeliling.

Target pertama adalah ke penjahit favoritku di Rembang, Mbak Titin, yang memiki usaha jahitan ”Kartini”. Ternyata Mbak Titin sudah membuka semacam butik kecil di rumahnya sehingga aku dan Eni langsung menyerbu dan melihat-lihat baju batik langsung jadi yang tersedia. Sesaat kemudian, Mbak Titin tiba. Karena belum ada kecocokan, aku akhirnya memutuskan untuk menjahit dua bahan sasirangan Kalsel yang kubawa.

Masuk ke show room penjahit ”Kartini”, terlihat deretan kain batik cantik di dua sisi. Dalam beberapa saat terakhir, Mbak Titin ternyata juga sudah membuat batik sendiri dengan dibantu oleh beberapa karyawan membatik. Aku begitu girang bisa menemukan dua kain batik tulis Lasem dan satu batik tulis Bakaran khas Juwana. Semua langsung kujahitkan ke Mbak Titin yang menurutku memiliki hasil jahitan setara dengan butik di Jakarta.

Aku menyempatkan diri sesaat melihat dan berbincang sejenak dengan para pembatik yang bekerja di bagian belakang showroom. Beberapa sedang menggambar sketsa dan sebagian sedang mencanting. Gelak tawa mereka membuat sejuk suasana di tengah-tengah udara Rembang yang makin panas.

Hari menjelang siang. Perutpun mulai terasa lapar. Daripada jauh-jauh ke Blora mengejar ayam panggang, mobilpun diarahkan ke Tuyuhan. Yang disambangi tentu saja makanan terfavoritku selama aku beberapa kali ke Rembang: lontong tuyuhan. Makanan sejenis opor ayam kampung pedas dengan lontong lembut ini kurasa begitu menggigit lidah. ”Enak tenan… lontong tuyulnya En,” gurauku. Aku memang terkadang memanggil lontong tuyuhan dengan nama lontong tuyul supaya mudah mengingat nama makanan ini. Pak Wawan sang penjual setengah malu-malu berpose ketika dia kuminta berfoto di depan dagangannya.

Pak Wawan, penjual lontong Tuyuhan favoritku (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2010)

Siang itu, sesudah perut terisi lontong lezat, kamipun mengarah ke pembatik yang biasa menjadi tempatku berbelanja jika ke Rembang: Batik Santoso. Tumpukan kain batik tulis yang begitu banyak, dengan berbagai variasi warna dan motif membuatku agak kebingungan memilih. Kantungku yang memang sedang agak kempis sedikit terbantu karena aku menemukan batik dengan kisaran harga Rp 135 sampai 150 ribu perbuah. Cukup murah bagi ukuran sebuah batik tulis Lasem. Jadilah tiga buah kain batik tulis Lasem menjadi milikku dan rencananya akan dijahitkan juga dengan Mbak Titin.

Sore, sesudah beristirahat sejenak, aku tiba-tiba merasa kangen Ibu Cholil dan memutuskan untuk datang negerumpi. Jadilah dari sore, diselingi sholat magrib, lalu makan malam bersama, kuhabiskan dengan Ibu. Berbagai macam cerita dan canda tercetus. Rumpiku dengan Ibu sangat membahagiakan sehingga momen ini kusebut Rumpi Bahagia.

Hari ini, diakhiri dengan acara menonton ketoprak yang didatangkan dari Kabupaten Pati. Ketoprak ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian Sedekah Laut Desa Sukoharjo, Rembang, yang diadakan setahun sekali. Sehari sebelumnya, warga desa yang kebanyakan nelayan melakukan upacara Larung Laut, yaitu melarutkan sesaji ke laut sebagai ucapan syukur atas rejeki yang diterima tahun itu.

Pertunjukan tari sebagai bagian dari pembukaan ketoprak (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2010)

Meski pertunjukan ketoprak tersebut berbahasa Jawa, namun karena bercerita tentang Ken Arok dan Ken Dedes, maka aku cukup bisa mengikuti. Seharusnya ketoprak ini diikuti sampai shubuh. Rasa kantuk yang datang, disertai gigitan beberapa nyamuk di tangan, membuatku hanya mampu bertahan satu jam. Aku pun memutuskan pulang dan tidur lelap di ”kamarku” yang nyaman.

Salah satu lakon ketoprak Ken Arok - Ken Dedes (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2010)

5 Comments »

  1. Mbak, aku tertarik sama batiknya mbak Titin. Boleh share alamat lengkap dan tel workshopnya? Thks ya.

    Comment by Libri — May 20, 2010 @ 3:22 am

    • Sri,

      Bisa tolong add aku di FBmu kalau ada? FBku Swary utami dewi. Nanti akan kushared lebih banyak ttg alamat dan telpon Mbak titin.

      Salam
      Tami

      Comment by sudewi2000 — May 27, 2010 @ 12:38 am

  2. Mohon info kuliner Rembang lain selain lontong Tuyuan, minuman khas Rembang juga boleh selain sirup kawis

    Comment by sita — May 24, 2010 @ 1:18 pm

    • Dear Sita,

      Kadang kalau di rumah temanku eny, aku juga dimasakin sambal terong penyet. Enak… Yang lain apa lagi ya? Itu saja sepertinya yang aku tahu. Mungkin kalau sita ke rembang bisa mengalami sendiri. Mampir ke Rembang yuk Sit…

      Comment by sudewi2000 — May 27, 2010 @ 12:36 am

      • Soto rembang atau lasem juga nikmat lho.. dn unik berbeda dgn daerah2 yg lain,, sayur mrica, petis, tumis,rawon, garang asem (berupa kuah ikan/daging tidak dibungkus daun pisang) juga segarr sekali.. dumbeg juga ada..

        Comment by Feny — November 15, 2010 @ 11:02 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: