Sudewi2000’s Weblog

July 26, 2009

COLLIQ PUJIE: PEREMPUAN CERDAS, UNIK DAN PERKASA DARI BUGIS

Oleh: Swary Utami Dewi

April 2009

Pengantar
Tidak banyak tokoh perempuan yang ”kebetulan” terkenal di Indonesia, terutama dari timur. Pencatatan sejarah Indonesia, disebabkan berbagai hal, telah menyebabkan peminggiran kiprah perempuan Indonesia. Salah satu tokoh dari timur yang telah melakukan hal-hal luar biasa, tapi banyak terlupakan adalah Colliq Pujie.

Colliq Pujie adalah pengarang dan intelektual perempuan yang lahir pada abad 19 di Sulawesi Selatan. Salah satu ikon yang sangat terkait erat dengan Arung Pancana ini adalah karya sastra La Galigo. Entah apa yang ada di benak Colliq Pujie ketika dia menyetujui permintaan B.F. Matthes, seorang missionaris Belanda, untuk menyalin kembali epos besar Bugis La Galigo tersebut. Nyatanya, salinan ulang tersebut lebih dari seratus tahun kemudian masih terus mencengangkan dunia. Tidak hanya panjang epos yang melebihi Mahabharata ini yang dikulik ahli dari beberapa negara. Colliq Pujie-pun menjadi subyek perbincangan dan penelitian.

Seminar Colliq Pujie di Makassar (Foto: Staf Unhas, 2009)

Seminar Colliq Pujie di Makassar (Foto: Staf Unhas, 2009)

(more…)

CERPEN: TIGA MIMPI

Oleh: Swary Utami Dewi

Radio Dalam, 26 Januari 2009

Ya, Allah. Aku tersentak. Mimpiku barusan, walaupun sekejap, begitu menakutkan. Aku memandang wajah Ibu yang tetap tenang dalam komanya. Syukurlah. Ibu mertuaku ini tidak seperti perempuan bertanduk iblis dalam mimpiku barusan. Dan suamiku, dia tidaklah buruk seperti dalam mimpiku. Aku, akupun tidak sebodoh aku dalam mimpi burukku tadi.

Raphaelesque Head Exploding (Salvador Dali, 1951)

Raphaelesque Head Exploding (Salvador Dali, 1951)

(more…)

February 8, 2009

BELAJAR DARI ANAK: RAMA ARSYA ATSIL BUANA

Filed under: Gallery of Pictures, Gender, KIDS - ANAK-ANAK — Tags: , , — sudewi2000 @ 5:48 pm

Banjarbaru, 8 Februari 2009

Tidak ada yang begitu melegakan ketika menyaksikan bungsuku mulai lancar berbicara. Jika Ara sudah bisa berkata-kata sejak usia 13 bulan dan Alif sejak 2 tahun, Rama tergolong agak lambat bicara. Maka, saat dia sudah bisa berkomunikasi dengan cukup baik, rasa syukurlah yang kurasakan.

Rama Arsya Atsil Buana, Januari 2009)

Warna (Karya: Rama Arsya Atsil Buana, Januari 2009)

Rama Arsya Atsil Buana, Januari 2009)

Hitam Putih (Karya: Rama Arsya Atsil Buana, Januari 2009)

Swary Utami Dewi, Januari 2009)

Rama Asyik dengan Buku (Foto: Swary Utami Dewi, Januari 2009)

(more…)

November 4, 2008

Menenun Rejeki, Mempertahankan Tradisi

Filed under: Gender, Traveling — Tags: , , , , , , — sudewi2000 @ 5:43 am

Ditulis 1 Maret 2008

“Saya baru bekerja di sini 3 minggu, Bu. Dan katanya perbulan dibayar Rp 100 ribu. Lumayan untuk bantu menyekolahkan adik.” (Nur, 20 tahun, pengrajin tenun Sukarara, Lombok Tengah)

Swary Utami Dewi)

Salah Satu Motif Tenunan Lombok yang Dihasilkan Nur (Foto: Swary Utami Dewi)

Suatu hari di Lombok pada Februari 2008, saat memasuki desa Sukarara yang terkenal tradisi tenunnya, aku bermimpi akan menapak ke dunia kain. Ternyata, desa yang berada di Kabupaten Lombok Tengah itu menyambut dengan kesepian. Pikirku akan bertemu dengan lambaian kain yang dijemur di bawah matahari untuk dikeringkan. Ternyata tidak. Barulah saat memasuki suatu bangunan besar, yang ternyata koperasi penduduk setempat, mata mendapat suguhan yang lumayan meriah: kain tenun dan ikat berbagai ukuran, corak dan warna.

(more…)

SEMUA MENGHADAP TUHAN

Ditulis di Jakarta, Menjelang subuh, 27 November 2007

Girl Before A Mirror (Picasso, 1932)

Girl Before A Mirror (Picasso, 1932)

Samyong, Batam, pertengahan 2000. Tidak ada yang tahu apa yang ada di benak para perempuan yang duduk berjejer di salah satu pusat hiburan kelas bawah di Batam itu. Beberapa asyik menghirup nikotin dari batang-batang rokok di sela-sela jari pucat mereka. Gincu dan bedak tebal menempel ketat di bibir dan wajah. Rambut di keriting atau dipotong bergaya bob. Satu dua dari mereka nampak saling berbisik, kemudian tertawa terkikik. (more…)

October 4, 2008

MENGAIS REJEKI DARI KARTU POS

Filed under: Gender, Traveling — Tags: , , , , , — sudewi2000 @ 7:42 am

28 Juni 2007

Agung Ayu)

Aku di Tangga Besakih Menuju Pura Gelap (Foto: Agung Ayu)

April 2007 lalu, saat berkesempatan menginjak Bali untuk kesekian kalinya, aku merasa keteduhan yang nyaman. Mungkin karena kakiku menjejak di tempat suci salah satu pusat ibadah masyarakat Hindu Bali. Ya, suatu hari di bulan April, aku berkunjung ke Pura Besakih, pura terbesar di pulau Dewata yang terletak di Kintamani. Kakiku terus melangkah ke atas, puluhan bahkan mungkin ratusan anak tangga kujejaki hingga akhirnya aku mencapai Pura Gelap, pura tertinggi di Besakih.
(more…)

October 3, 2008

PEREMPUAN PENGGELUT LA GALIGO (BAGIAN 2: SELESAI)

Sonny Sulaksono, dari www.sulaksono.blogspot.com

Cuplikan Pertunjukan La Galigo di Milan, Italia, Februari 2008 (Foto: Sonny Sulaksono, dari http://www.sulaksono.blogspot.com)

D.Chan, dari www.fotografer.net)

Cuplikan Pertunjukan La Galigo di Jakarta, Desember 2005 (foto: D.Chan, dari http://www.fotografer.net)

24 Juni 2007

Tulisan ini dimuat di Koran Mata Banua, Kalimantan Selatan, tanggal 14 Oktober 2008

Keprihatinan akan ancaman punahnya La Galigo dalam masyarakatlah yang mendorong Nurhayati memfokuskan diri pada upaya menghidupkan kembali, memperkuat dan melestarikan La Galigo dalam kehidupan masyarakat Bugis. Semua berawal sejak dia masih kecil. Sejak kecil, perempuan berdarah Bugis ini sudah terbiasa dengan cerita La Galigo. “Saya beruntung karena memiliki nenek penembang La Galigo dan saya terbiasa mendengar ceritanya.” Tidak heran, kecintaannya terhadap naskah Bugis ini begitu mendarah daging. Sewaktu kuliah S1 di Universitas Hasanuddin, topik skripsinya tentang naskah tersebut. Begitu pula saat dia menjalani perkuliahan S2 di Universitas Pajajaran dan S3 di Universitas Indonesia .

(more…)

PEREMPUAN PENGGELUT LA GALIGO (BAGIAN 1)

24 Juni 2007

Nurhayati)

La Galigo: Lebih Panjang dari Mahabharata (Foto: Nurhayati)

Tulisan ini dimuat di Koran Mata Banua, Kalimantan Selatan, tanggal 13 Oktober 2008

Saya diuntungkan La Galigo,” demikian lontaran Dr. Nurhayati, ketua Divisi Sosial Budaya, Ekonomi dan Humaniora di Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin. Menjadi doktor di bidang Filologi dengan mengkaji La Galigo serta menjadi narasumber di pelbagai seminar yang membahas naskah ini, membuat perempuan mungil berputri satu ini merasa menjadi raja di dunia kecil. Tepatlah kiranya karena hanya sedikit mereka yang mau menumpahkan perhatian dan tindakan pada La Galigo. “Terlebih karena saya satu-satunya perempuan dari sedikit ahli La Galigo yang bergelar doktor,” imbuhnya.

(more…)

CERPEN: CUKUP SUDAH

Filed under: Gender, Short Stories — Tags: , , , , , , — sudewi2000 @ 3:56 am

Banjarbaru, 22 Mei 2007

Dora Maar (Picasso, 1937)

Dora Maar (Picasso, 1937)

Tangan Salma masih terus menakar minyak tanah yang sedang dibeli Tajang. “Sudah cukup 5 liter, Nak.” Teguran lelaki paruh baya itu menyadarkannya dari lamunan. Sesudah memberikan uang kembalian, Salma bergegas menutup warung. Sudah menjelang magrib. Dia tidak mau sedikitpun melewatkan waktu magrib, saat di mana dia merasa paling khusuk berdoa sesudah sholat, mengadu apa saja yang ada di hati kepada Yang Kuasa.

(more…)

October 1, 2008

MASIH SITI NURBAYA

Filed under: Gender — Tags: , , , , , — sudewi2000 @ 4:30 pm

Sulawesi, 13 Mei 2007

TORNADO (ALIF YUSUF VICAUSSIE, MEI 2007)

TORNADO (ALIF YUSUF VICAUSSIE, MEI 2007)

Perjalananku kali ini menyusuri beberapa tempat di Sulawesi, pada Mei 2007. Seorang sahabat, sebut saja Nita, meluangkan waktu menemaniku. Sesudah menjemputku di bandara dan meluangkan waktu sampai malam menyusuri kota, dia mengajakku ke rumahnya, berjarak sekitar 1,5 jam dari bandara. Dan mulailah cerita itu meluncur dari bibirnya, cerita yang cukup menghentak batin.

(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.