Sudewi2000’s Weblog

October 18, 2008

PANGKANG LESTARI, MANGROVE REHABILITATION AND COMMUNITY EMPOWERMENT IN TELUK LOMBOK

The paper was prepared for the International Conference on Poverty Reduction and Forests, organized by RECOFTC, Bangkok, Thailand, 3-7 September 2007.

BIKAL)

Rehabilitation Efforts by the Community (By: BIKAL)

The writing below tells about efforts conducted by a mangrove farmer organization, Pangkang Lestari, in Teluk Lombok, a sub-village in Kutai national Park, East Kalimantan. Begun from a mangrove rehabilitation project, Pangkang Lestari has started promoting income generation, gender empowerment and shared-learning among communities in Kutai National Park. Although the journey to reach a better life is not always smooth, challenges are faced with learning and sharing spirits and by the help of local leaders and stakeholders.

(more…)

Advertisements

October 1, 2008

MORE THAN MERE ECONOMICS

Version: 18 December 2006

Translation by Ben Dowson
Final edit by Swary Utami Dewi

Sentarum National Park, West Kalimantan (by RIAK BUMI)

Sentarum National Park, West Kalimantan (by RIAK BUMI)

Despite sustaining extensive damage, Kalimantan’s forests are still considered a very important global resource, owing to their great biodiversity. Various kinds of animals and plants live and thrive within these forests. Certain fauna that are classified as endangered, such as the orangutan, hornbill and proboscis monkey, can still be found there. The same is true of flora such as the black orchid and ulin, a type of hardwood.
However, within the last decades, the forest’s wealth has been entirely obliterated. Non-timber forest products have been overlooked. Multistakeholder Forestry Program (MFP) stakeholders in Kalimantan have taken steps to develop the economies of the local communities based on the exploitation of non-timber forest products. Some have begun to prosper, while others are still fighting for survival. However, one important lesson has been learnt. The strengthening of local economies has opened the door to other issues such as gender, and community bargaining strength. This paper discusses what has happened in Kalimantan.

(more…)

September 30, 2008

MERINTIS KONSERVASI, KESEJAHTERAAN DAN KESETARAAN BERSAMA BAKAU

Tulisan versi 22 Oktober 2006

Dimuat sebagai salah satu artikel dalam buku Dari Desa ke Desa: Dinamika Gender dan Pengelolaan Kekayaan Alam (CIFOR, 2007), halaman 9-22.

Menatap Masa Depan

Anak Teluk Lombok: Menatap Masa Depan (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

…Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.“ (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama BIKAL, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju kesetaraan dan hidup yang lebih baik bersama bakau.

(more…)

MENAPAK SUKSES BERSAMA BAKAU

Versi 15 September 2005

“Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.” (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Bikal, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju hidup yang lebih baik bersama bakau.

BIKAL)

Abrasi di Teluk Lombok (Foto: BIKAL)

Bakau dan Teluk Lombok

Teluk Lombok dan satu dusun lainnya berada dalam naungan desa Sangkima, tidak jauh dari pesisir Taman Nasional Kutai. Sangkima sendiri tercatat sebagai desa tertua di wilayah taman nasional yang memiliki luas 198.629 hektar ini. Hutan mangrove yang melindungi pantai dari erosi, hantaman gelombang dan terpaan badai, terbentang di sepanjang timur taman nasional itu. Hutan bakau di Taman Nasional Kutai merupakan bagian dari kekayaan hutan bakau Kalimantan Timur yang luasnya hanya kalah dari hutan serupa di Papua dan Sumatera Selatan.

(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.