Sudewi2000’s Weblog

August 9, 2009

MAKNA HORIZONTAL, VERTIKAL DAN SUPER REVOLUSI

Filed under: Opinion — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 7:50 am

Oleh: Swary Utami Dewi
Kawal Borneo Community Foundation

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, Kamis, 6 Agustus 2009, halaman 3.

Saat Isra Mi’raj, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian beranjak naik ke langit, lapis demi lapis. Dalam kediamanku, tiba-tiba aku terfikir tentang Isra Mi’raj. Bagi sang Nabi Besar, ia bermakna luar biasa dan membuatnya memiliki keajaiban yang tidak dimiliki para Nabi lain. Muhammad bahkan sanggup berada di langit dan menemui para Nabi yang telah lebih dahulu berpulang.

Menelan Matahari Senja di Losari (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2008)

Menelan Matahari Senja di Losari (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2008)

(more…)

Advertisements

PELAJARAN BERHARGA DARI PARA SENIMAN: MBAH SURIP, RENDRA, SUTARDJI

Banjarbaru, 9 Agustus 2009

Tulisan ini dimuat di koran Radar Banjarmasin, 10 Agustus 2009, halaman 3.

Mbah Surip meninggal beberapa hari yang lalu. Aku tidak mengenalnya, hanya pernah sekali bertemu suatu hari di tahun 2008, kalau tidak salah, saat aku dan sahabatku Rara bertemu dengan penyair besar Sutardji Calzoum Bachri di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Ayah, demikian aku dan Rara memanggil Sutardji, memperkenalkanku ke Mbah Surip. Aku sempat terbengong melihat rambut gimbalnya yang dahsyat dan cara ketawanya yang khas. Kami kemudian berkesempatan melihat Mbah Surip dengan gaya kocaknya menyanyi. Itu saja yang kualami. Dan aku tidak sempat mengenalnya dengan baik. Mbah Surip pergi dalam damai dan sedang dalam masa popularitas pada 4 Agustus 2009.

Aku dan Sutardji (Foto: Ganjar, Juni 2007)

Aku dan Ayah Sutardji (Foto: Ganjar, Juni 2007)

(more…)

July 27, 2009

AKSI TERORISME DISIKAPI DENGAN POSITIF

Oleh: Swary Utami Dewi

Kawal Borneo Community Foundation (KBCF)

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, 28 Juli 2009, halaman 3.

Teror itu terulang kembali. Sesudah beberapa tahun negara kita menikmati udara yang lebih aman, tiba-tiba 2 bom kembali meledak pada pagi hari 17 Juli 2009 di hotel Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Ingatanku kembali pada beberapa berita terorisme yang cukup besar. Pada Rabu malam, 27 November 2008, terjadi penyerangan teroris di beberapa tempat strategis di Mumbai, India. Pada 11 September 2001, Gedung Kembar World Trade Centre yang pernah menjadi puncak tertinggi di dunia di negara Paman Sam, hancur luluh karena serangan teroris yang menabrakkan pesawat komersil ke dua gedung tersebut. Aku juga teringat pada dua kali serangan dahsyat bom Bali yang menelan ratusan jiwa. Tidak hanya di Indonesia, India ataupun Amerika Serikat. Kekerasan bernuansa teroris masih terjadi di berbagai belahan bumi.

The Face of War (Salvador Dali, 1940)

The Face of War (Salvador Dali, 1940)

(more…)

July 26, 2009

SEKOLAH GRATIS ATAU (CUMA) SPP YANG GRATIS?

Oleh: Swary Utami Dewi

Kawal Borneo Community Foundation (KBCF)

Tulisan ini dimuat dalam Koran Radar Banjarmasin, 27 Juli 2009, halaman 3.

Hari Anak Nasional, 23 Juli, baru saja berlalu. Saat membaca Kompas tertanggal 24 Juli 2009 tentang pendidikan gratis di Indonesia, aku teringat nasib jutaan anak Indonesia yang masih sulit mengenyam pendidikan dasar. Dalam tulisannya di harian nasional tersebut, dengan gamblang sang penulis menggambarkan ironi kebijakan sekolah gratis. Dikatakan ada perbedaan konsep antara pemerintah dan masyarakat tentang apa yang dimaksud gratis. Menurut pemerintah, sekolah gratis berarti tidak ada sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Sementara menurut masyarakat, sekolah gratis harus benar-benar gratis, tanpa pungutan ini itu.

Anak Anak Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2007)

Anak Anak Usia Sekolah di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur (Foto: Swary Utami Dewi, Agustus 2007)

(more…)

CERPEN: PEREMPUAN YANG CEMBURU

Oleh: Swary Utami Dewi

Cerpen ini dimuat di koran Radar Banjarmasin, Lembar Cakrawala Sastra dan Budaya, Minggu, 9 Agustus 2009, halaman 5.

Banjarbaru, 30 Juli 2008

May, demikian suamiku memanggilnya. Aku tidak tahu nama panjangnya. Yang jelas, yang aku tahu dia adalah May. Suatu malam, sebulan lalu, tiba-tiba sering kudengar sms masuk menjelang tengah malam ke hp Ridho. Mula-mula kupikir itu biasa. Tapi esoknya dan esoknya lagi hal itu berulang. Anehnya, Ridho selalu cepat menghapus sms-sms itu. Sesekali dia nampak melirik ke arahku, khawatir aku memergokinya.

Seminggu kemudian, sepulang kerja, kuajak sahabat akrabku, Alma, berbincang. Kuceritakan tentang kecurigaanku dan bukti tentang masuknya sms menjelang dan saat tengah malam. “Harus dicek, “ tegas sahabatku.

On Paranoic Critical Town (Salvador Dali, 1936)

On Paranoic Critical Town (Salvador Dali, 1936)

(more…)

November 3, 2008

BATIK: WARISAN LELUHUR YANG PATUT DIPERTAHANKAN

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, 5 November 2008, halaman 3.

Batik adalah warisan leluhur yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam sejarahnya, batik dipakai di lingkungan kerajaan, terutama raja dan keluarganya, misalnya di Solo dan Yogyakarta. Lambat laun, pemakaian batik menjadi tidak hanya terbatas pada keluarga kerajaan, tapi merambah pada masyarakat luas.

Batik Tiga Negeri (Foto dari www.image.google.co.id)

Batik Tiga Negeri (Foto dari http://www.images.google.co.id)

Perkembangan batik ditandai dengan berkembangnya industri batik di beberapa tempat di Indonesia. Paling tidak, dalam catatan suatu harian ternama tingkat nasional, ada 10 propinsi di Indonesia yang memiliki tradisi batik dan mengembangkan industrinya. Beberapa di antaranya Jawa Tengah (Pekalongan, Solo, Rembang), Yogyakarta, Jawa Timur (Sidoarjo, Madura), Jawa Barat (Cirebon) dan Jambi.

(more…)

ALTERNATIF SKEMA PERDAGANGAN KARBON

Ditulis 3 November 2008 (Revisi dari Tulisan Versi 8 November 2007).

Tulisan ini dimuat di Koran Radar Banjarmasin, 7 November 2008, halaman 3.

Swary Utami Dewi)

Perubahan Iklim Disinyalir Karena Pemanasan Global (Foto: Swary Utami Dewi)

Berbagai dampak dari perubahan iklim mulai terasa dalam berbagai bentuk. Meningkatnya intensitas banjir, fluktuasi perubahan cuaca, ketidakjelasan transisi antar musim, naiknya permukaan air laut dan kebakaran hutan adalah beberapa contoh dari dampak tersebut. Lebih lanjut, beberapa efek juga akan mengikuti seperti ancaman kekurangan bahan pangan karena kegagalan panen dan semakin berjangkitnya berbagai jenis penyakit. Dalam jangka panjang, beberapa ancaman serius juga bisa terjadi seperti berkurang atau punahnya beberapa spesies flora dan fauna dan terganggunya keanekaragaman hayati. Pendek kata, perubahan iklim akan mengancam berbagai bidang kehidupan, tidak hanya bagi manusia, tapi bagi berbagai makhluk hidup di muka bumi ini.

(more…)

Blog at WordPress.com.