Sudewi2000’s Weblog

July 25, 2010

MENYEIMBANGKAN HATI

Hati tidak bisa ditebak. Kadang kita bisa merasa begitu tenang. Kadang gelisah karena sebab tertentu. Saat-saat aku merasa gelisah, kadang aku bisa diam, menangis sesaaat, bahkan bisa sampai sesegukan menangis bombay ala bintang film India. Sudah bisa ditebak hasilnya: mata bengkak dan seringkali susah tidur.

Bay Walk, Fisherman's Wharf, San Fransisco (Juli 2010)

Saat hati merasa begitu resah, jika dulu hanya kuandalkan pada waktu yang berlalu untuk menghilangkan gelisah itu, sudah beberapa saat terakhir aku berusaha melakukan hal yang berbeda dalam menghilangkan resah gelisah. Tidak lagi hanya duduk termangu, berharap waktu akan menyembuhkan atau menenangkan hati, sekarang aku lebih bersikap aktif. Aku tidak lagi melawan hati atau membujuknya supaya tidak membuatku sakit, tapi aku mengikuti proses penyembuhan sendiri (self healing) dipadukan dengan melakukan tindakan yang bisa menyenangkan hati. Inilah yang kukatakan melakukan penyembuhan diri secara pro-aktif.

Mengikuti proses self healing berarti tetap membiarkan perasaan sedih atau tidak nyaman itu ada selama ia masih ada. Tidak menekan-nekan berusaha mengubur atau menghilangkannya. Ada pengalaman di saat aku melakukan upaya paksa menghilangkan memori yang membuat sedih belasan tahun lalu, sedihnya memang cepat hilang. Tapi sifatnya lebih rentan. Saat kita teringat atau bersentuhan dengan sesuatu yang membangkitkan kejadian tersebut, ledakan sedihnya menjadi sama luar biasanya seperti saat kita mengalami, bahkan ada yang lebih. Ibarat mengubur sesuatu yang masih utuh, saat tergali, kita tetap melihatnya sama, bahkan bisa lebih kuat dampaknya. Karena itu, selama sedih atau sakit itu masih ada, biarkanlah ia mengalir. Kelolalah rasa itu menjadi sesuatu yang lama-lama “menjadi biasa” dan tidak lagi terasa sakit.

Perubahan yang kualami sekarang, saat kapanpun aku merasa sedih atau gelisah, ada sahabat tempatku berbagi. Beberapa sahabat terpercaya, setia menjadi pendengar yang baik. Tidak menghakimi, tidak membenarkan atau menyalahkan, hanya diam, sesekali berkomentar jika memang kuperlukan. Merekalah yang membuat kesedihan cepat hilang.

Sahabatku yang lain adalah buku. Beberapa buku bisa cepat kuhabiskan saat rasa sedih dan gelisah menyerang. Perasaan sedih menjadi cepat pulih, walau kadang rasa itu bisa saja datang menyerang dan membuatku menangis. Tapi ini jauh lebih baik menurutku, dibandingkan menangis terus menerus.

Yang lebih membuatku cepat menyembuhkan kesedihan, tombo hati adalah berdoa dan makin banyak bersujud pada Allah. Terkadang aku melakukan dialog pribadi kepadaNya, saat air mataku berderai banyak, bahkan saat aku ada di pembaringan menjelang tidur. Aneh rasanya, seolah-olah ada sesuatu yang memang hadir memberikan respon aktif pada pertanyaan dan curahan hatiku.

Kesedihan, seperti halnya kegembiraan, adalah bagian dari hidup. Selama hayat masih dikandung badan, sewaktu-waktu kesedihan itu bisa datang dengan sebab apapun. Jika sedih itu hadir, aku sekarang merasa lebih siap, karena memiliki “alat pertahanan diri” untuk mengelola kesedihan menjadi penguatan dan pembelajaran diri. Itulah self healing proses secara pro-aktif.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: