Sudewi2000’s Weblog

March 15, 2010

Batik Tulis Lasem: Bertahan pada Tradisi

Rembang, Minggu, 14 Maret 2010

Gila batik makin kurasakan saat aku berada di salah satu daerah penghasil batik tulis di pesisir utara Jawa Tengah. Pecinta batik pasti tidak asing dengan batik Lasem. Lasem yang terletak di Kabupaten Rembang ini, masih berupaya mempertahankan tradisi tulisnya. Aku bersemangat menjelajah showroom batik Santoso, salah satu home industry batik tulis, yang terkenal menjual batik dengan harga cukup murah dan kualitas bagus dibandingkan produsen batik tulis lain di kabupaten ini.

Seorang pembatik sedang menorehkan karyanya (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2010)

Batik tulis yang ditawarkan mulai dari harga Rp 90 ribu, dengan corak dan variasi warna yang umumnya menarik mata. Hijau tua, merah marun, ungu, coklat dan perpaduan beberapa warna terlihat begitu memikat. Karena tulis, tidak akan ada yang sama. Beberapa memang mirip, tapi semua dikerjakan dengan tangan, dikerjakan satu persatu.

Tradisi tulis inilah yang membuat batik Lasem menjadi tidak masal, tidak murahan. Tradisi ini pula yang membuat pembatik tetap bertahan pada mereka yang berjenis kelamin perempuan. Ya, pengerjaan batik tulis identik dengan perempuan. Saat melongok di showroom penjahit Juwita, milik mbak Titin yang sudah membuka usaha batik pula, aku terpana melihat begitu asyiknya empat perempuan dari usia muda sampai paruh baya meniup canting untuk kemudian dilukiskan ke permukaan kain yang sudah bergambar pola. Sesekali mulut mereka meniup ujung canting yang sebelumnya telah dicelupkan ke tinta malam. Ada kesan khusu’ saat canting dicelupkan, ditiup, kemudian ditorehkan ke kain. Begitu terus berulang-ulang.

Tradisi batik di Rembang memang boleh dibilang tidak semaju sentra industri baik lain di tanah air. Di Madura, kabarnya ada ribuan home industry batik. Tidak usahlah dibandingkan dengan Yogyakarta atau Pekalongan. Jika disetarakan dengan batik Jambi yang mulai bangkit, mungkin lebih mudah kita menemukan show room atau toko batik yang lumayan megah di Jambi, dibandingkan Rembang.

Namun, di balik masih megap-megapnya kehidupan batik Lasem, bagiku ia tetap ada, tetap eksis. Batik tulis tetap menempati posisi paling atas dari semua teknik pembuatan batik. Lasem identik dengan tulis. Batik Madura juga punya kesan tersendiri di hati karena keberanian warna dan coraknya. Tapi aku pernah bersungut-sungut marah, saat melihat begitu banyak batik Madura telah direduksi menjadi batik sablon alias printing oleh salah satu negara di Asia. Jangan tanya batik Pekalongan atau Yogya. Begitu banyak motif batik tersebut dicetak di atas kain, diproduksi masal dan dilempar ke pasar dengan harga murah. Sedihnya, banyak yang tertipu karena ketidakpahaman: menyamakan motif batik yang dicetak di atas tekstil sebagai batik.

Batik hanyalah tulis, cap, atau perpaduan keduanya. Tulis membutuhkan ketekunan luar biasa dan biasanya menjadi pangsa pembatik perempuan. Sementara, cap membutuhkan kekuatan untuk mengangkat alatnya, yang terkadang dipadukan dengan ketelitian, dan karenanya menjadi pangsa lelaki. Tulis menempati kelas teratas karena proses pengerjaan yang terbilang rumit dan lama, terkadang disertai laku atau wirid tertentu sebelum mengerjakan. Tulis juga identik dengan keindahan dan pada banyak daerah motifnya memiliki makna tertentu dan tidak sembarang bisa digunakan. Maka, batik tulis tetap yang teratas.

Karena tetap mempertahankan tradisi tulis, meski belum bisa disebut maju pesat, patutlah kita hargai upaya beberapa industri rumah tangga di Rembang yang tetap setia menekuni usaha batik tulis Lasem. Bagi mereka, batik adalah tulis, dan bertahan pada tulis berarti bertahan pada tradisi.

1 Comment »

  1. Artikelnya asyik dibaca, reportse yang menarik. Salam kenal.

    Comment by Jeng Ida — July 28, 2010 @ 10:07 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: