Sudewi2000’s Weblog

August 3, 2009

AKHIR PEKAN DI AKHIR JULI BERSAMA ANAK

Sesudah dua minggu menjelajah Melbourne dan Sydney, kemudian semalam di Palembang dan transit di Jakarta untuk meeting isu pemberdayaan masyarakat, aku bergegas kembali ke rumah. Rinduku pada anak membuatku ingin sekali memeluk mereka.

Tiga Anak dan Sepupunya Asyik Melukis

Tiga Anak dan Sepupunya Asyik Melukis (Foto: Swary Utami Dewi, Juli 2009)

Rama menyambut dengan ciuman dan langsung minta digendong. ”Mamah terlambat,” ucapnya begitu lugu. Aku mencium bau khas rambutnya dan membelainya perlahan. Alif dan Ara turut mencium di pipi. Aku kemudian mengajak mereka membuka 4 tas yang kubawa. Dengan girang, masing-masing memilih topi, boneka kecil dan gantungan kunci yang disukai.

”Topi dipakai jika berangkat sekolah ya, supaya tidak terkena cahaya matahari langsung. Tapi di dalam ruangan harus dilepas,” Ben ikut nimbrung.

”Ya, supaya tidak terkena kanker kulit,” Ara menimpali.

Rama tidak peduli. Dia begitu asyik merasakan topi di kepalanya. ”Keren…” komentarnya singkat.

Perhatian mereka kemudian beralih pada beberapa baju dan celana serta sepatu yang kubawa. Tapi  tentu saja, bagian terakhir yang paling mempesona bagi ketiga buah hatiku: buku dan buku. Semua berbahasa Inggris karena dibeli dari Australia, tapi nampaknya tidak mengurangi semangat mereka memelototi. ”Wah, asyik…” jerit Alif ketika melihat seri kedua dari buku yang selama ini sudah dicarinya.

Malam itu diakhiri dengan mencoba santapan di restoran baru yang terletak tidak begitu jauh dari rumah. Ketiganya nampak asyik menikmati santapan masing-masing. Alif dan Ara memilih chicken dan tenderloin steak, sementara Rama tetap dengan menu favoritnya: mie goreng bersayur.

Saat aku bangun keesokan harinya, kutemui Rama sudah tidur di sampingku. Bungsuku ini ternyata sudah bangun terlebih dahulu dan menyapaku jenaka saat aku bangkit dari tempat tidur. ”Eh, Mamah sudah bangun. Gendong…,” serunya manja. Akupun menggendongnya keluar dari kamar tidur.

”Ada roti dengan keju dan selai blueberry, Mah. Enak banget nih,” Ara dengan manis menyodorkan sepiring roti. Ditemani kopi susu kesukaanku, semua terasa lengkap pagi ini.

Anak-anak kemudian asyik dengan kegiatan masing-masing. Dimulai dari menonton film kartun, membongkar mainan untuk disusun, main perang-perangan, main game, sampai membaca buku kesukaan masing-masing. Aku tidak ingin mengusik keasyikan mereka.

Ketiganya sempat menggerutu ketika aku memanggil mereka untuk meminum madu pahit yang dulu kubawa dari Bangka. ”Alif dua sendok ya,” pintanya. Sementara Rama menolak mati-matian dan berlari masuk kamar. Tidak ingin aku memaksanya lebih lanjut.

Saat  kemudian aku tenggelam dalam tulisanku di depan laptop, tidak satupun di antara mereka mengganggu. Sesekali Rama datang menghampiri dan memberikan kecupan. Ara datang membawakan air putih di gelas sambil mengajak main domino. Aku mengangguk. Menulispun kulakukan sambil bermain domino bersama Ara.

Alif masuk kamar membawa buku barunya, Brisinger. Buku begitu tebal itu dibacanya begitu asyik. ”Karena cerita naga, Mah,” demikian jelasnya saat kutanya apa yang membuatnya begitu tertarik akan buku tersebut.

Pada akhirnya semua lengkap masuk kamar tidur, menemaniku sambil asyik dengan kegiatan masing-masing. Agak capek aku terlelap sejenak di sore itu.

Aku tersentak kaget merasa ada yang duduk di dekatku. Ara memandangi sambil tersenyum. ”Mah, kami sudah siap mau melukis,” ujarnya. Ups, aku hampir lupa kalau sore itu aku berjanji untuk menemani mereka melukis di halaman belakang.

Ketiganya bersama Naufal, sang sepupu, bersemangat mengerjakan proyek lukisan masing-masing. Dari mencampur warna, menggoreskannya ke kertas, sampai meniup beberapa bagian yang sudah dilukis supaya cepat kering. Alif menjerit kaget ketika kertasnya tertumpah air dari gelas. Aku membantu mengeringkannya dengan tisu. ”Wah, lukisannya masih utuh,” komentarnya lega.

Sesaat kemudian, Rama menyelesaikan lukisan pertamanya dan memamerkannya kepadaku. ”Minta kertas lagi, Mah,” ucapnya bersemangat sembari minta ditambahkan warna kuning dan merah pada palet miliknya.

Satu jam lebih keempatnya asyik dengan lukisan masing-masing. Rama menghabiskan empat kertas, sementara yang lain masing-masing tiga. Saat acara TV sore menghadirkan tayangan favorit, sigap semua berlari duduk manis di ruang tengah. Aku tersenyum merasa bahagia melihat keriangan di wajah mereka.

Makan malam hari itu dengan menu sederhana: nasi, sayur bayam, ikan goreng dan tempe. Ketiga anakku cenderung lebih menyukai ikan dibandingkan lauk lain. Sesudah itu baru ayam goreng. Daging, mungkin sangat jarang mereka sentuh, kecuali jika sudah terasa nikmat di lidah seperti saat mereka menyantap tenderloin steak kemarin. Dinner hari itu diakhiri dengan minum susu dan makan apel manalagi.

Menjelang tidur, seperti biasa, semua asyik dengan buku pilihan masing-masing. Ara menghampiri minta dibacakan dua cerita. Dan, aku membacanya harus dengan gaya yang ekspresif. Rama turut serta mendengarkan dengan seksama, sementara Alif  sesekali melirik dari buku tebalnya. Sesaat kemudian, kulihat mereka satu persatu terlelap. Alif lebih dulu, disusul Ara. Rama baru sekitar sejam kemudian baru mau tidur. ”Mau temani Mamah dulu,” kilahnya lucu.

 Setelah mereka tidur, kupandangi satu-satu. Ada rasa haru dan beruntung karena aku memiliki anak selucu dan sepintar mereka, anak yang mengerti aku dan bangga memiliki mamah seperti aku. ”Ara bangga sama Mamah,” begitu yang sempat Ara bisikkan ke telingaku saat aku memeluknya menjelang tidur. Dan berkatilah mereka semua Tuhan. Aku berdoa dalam hati.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: