Sudewi2000’s Weblog

July 4, 2009

Setumpuk Oleh-Oleh Sultra- Pemantapan ke Depan

Meski masih lelah sehabis melakukan serangkaian kegiatan Hutan Adat Wonosadi di salah satu areal hutan rakyat di Gunung Kidul Yogya, aku segera terbang ke Makassar untuk kemudian lanjut ke Kendari. Agak bete sesudah mengetahui pesawat dari Makassar ke Kendari harus dibatalkan karena rusak sehingga aku harus melanjutkan esok harinya tanggal 28 Juni 2009.

Aku dan teman-teman KHJL dan dishut Sultra (Foto: staf KHJL, Juni 2009)

Aku dan teman-teman KHJL dan dishut Sultra (Foto: staf KHJL, Juni 2009)

Karena tanggal 27 malam aku kurang tidur, seharian tanggal 28 Juni aku merasa begitu lelah. Seorang teman baik yang menjadi pejabat tertinggi di Sultra mengajak untuk  datang melihat persiapan wapres yang segera berkunjung ke Kendari. Aku kemudian begitu asyik melihat persiapan dan mendapatkan banyak kesempatan mengobrol dengan paspampres.

Keasyikan terhenti ketika sang pejabat mengajakku untuk makan siang bersama, melakukan sidak suatu pembangunan gedung di Kendari dan kemudian mengajakku ngobrol berbagai hal dari masalah pembangunan, pemberdayaan sampai unggulan capres masing-masing.

Tanggal 29 Juni mulai lagi bersibuk ria saat aku harus memfasilitasi sesi pagi sampai siang kegiatan Dialog Percepatan HTR di Sultra. Saat itu juga dilakukan penyerahan SK pencadangan HTR kepada Kabupaten Buton Utara. Masih terlihat dari hasil dialog ini betapa para pihak di Sultra masih perlu mendapatkan dukungan dan dorongan untuk percepatan pembangunan HTR di propinsi ini.

Kepala BP2HP Makassar menyerahkan SK Pencadangan HTR Buton Utara (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Kepala BP2HP Makassar menyerahkan SK Pencadangan HTR Buton Utara (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Siang hari sesudah selesai memandu sesi pagi dialog percepatan HTR, aku bergegas ke VIP Lounge Bandara Wolter Monginsidi. Selain bertemu Gubernur Sultra, Nur Alam, aku juga berkesempatan menemui Bupati Konawe Selatan, Imran. Singkatnya, Bupati menyetujui akan menyerahkan langsung SK HTR kepada Koperasi Hutan Jaya Lestari (KHJL)  pada 30 Juni 2009 di Konawe Selatan.

Tanggal 30 Juni pagi hari, aku dan beberapa teman melakukan perjalanan ke Andoloo, ibukota kabupaten Kendari. Perjalanan lebih dari 2 jam kutempuh dengan begitu bersemangat karena tahu pagi ini KHJL akan menerima ijin HTR dari Pak Imran, sang Bupati. Ups, sampai di sana, kulihat Pak Imran sedang memberi pengarahan. Perlu diketahui bahwa acara inti tanggal 30 ini adalah Sosialisasi Hutan Kemasyarakatan (HKm) Pembangunan On-Site Model Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari Berbasis Masyarakat. “Ijin HTR sudah diserahkan,” bisik seorang teman. Aku mengangguk dan sesaat kemudian mengacungkan jempol kepada Pak Yamin, sang ajudan Bupati yang tersenyum melambai ke arahku.

Bupati Konawe Selatan Memberikan Pengarahan (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Bupati Konawe Selatan Memberikan Pengarahan (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Sesudah menyaksikan sesi presentasi kegiatan sosialiasi HKm, aku dan beberapa teman bergegas keluar makan siang dan kemudian mengunjungi kantor KHJL. Diskusi tentang apa rencana ke depan KHJL paska mendapatkan ijin HTR Bupati digelar. Sangat rileks namun serius, ketua KHJL, Warma, menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, KHJL akan mulai melakukan pertemuan dengan kepala-kepala desa yang menjadi bagian dari pengelolaan HTR ini nantinya. Seorang tetua petani, Pak Siung, mengatakan, ijin HTR ini merupakan langkah awal saja. Inti sesungguhnya adalah pelaksanaan di lapangan nanti. Karena itu, Pak Siung mengharapkan dukungan terus menerus dari para pihak, termasuk dari Working Group Pemberdayaan (WGP).

Ijin HTR kepada KHJL Konawe Selatan (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Ijin HTR kepada KHJL Konawe Selatan (Foto: Swary Utami Dewi, Juni 2009)

Kegiatan tanggal 30-ku belum selesai. Sesudah makan malam bersama Mas Hendro dan keluarga beserta mbak Ati, seorang staf BPK Dephut, kami melanjutkan kegiatan dengan melakukan diskusi santai bersama Kapusdal Sulawesi, Pak Banjar, seputar persiapan kegiatan esok hari. Tentu saja topiknya jati dan jati. Beberapa teman yang menjadi pendamping KHJL mengemukakan rencana replika adaptif apa yang telah dilakukan di Konawe Selatan kepada petani jati di Muna nantinya, misalnya mengenai sertifikasi dan penguatan kelembagaan petani.

Keesokan harinya tanggal 1 Juli, aku menghadiri kegiatan Pusdal Sulawesi “Pemantapan Pengelolaan Hutan Jati Muna” di Hotel Attaya, Kendari. Tidak sampai selesai, aku berpamitan karena harus segera ke bandara melanjutkan perjalanan ke Sulsel selama dua hari mendatang.

Kegiatan Pusdal Sulawesi tentang Jati Muna (Foto: Swary Utami Dewi, Juli 2009)

Kegiatan Pusdal Sulawesi tentang Jati Muna (Foto: Swary Utami Dewi, Juli 2009)

Beberapa hari di Sultra, walaupun jadwal begitu padat, bagiku telah membawa arti. Aku tahu dalam rangka percepatan pemberdayaan masyarakat, masih banyak hal yang bisa kulakukan di wilayah ini bersama teman-teman lain.

1 Comment »

  1. apa bisa kirim fotonya pak bupati Konsel: Pak Imran… Tolong kirim ke emailku… sy mau koleksi seluruh foto bupati

    Comment by herman lilo — January 12, 2010 @ 5:13 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: