Sudewi2000’s Weblog

April 2, 2009

Masih Ada Embun

Masih tentang tumbuhan: bunga dan daun. Kali ini aku menampilkan beberapa bunga dan daun yang kufoto dalam jarak cukup dekat pada saat matahari masih mengintip malu-malu dan embun masih melekat di kelopak atau daun.

Bunga merah ini tidak begitu menarik. Tapi lihat kumpulan air yang masih ada di tengah kelopaknya, memantulkan mega di langit. Juga ada sedikit pantulan matahari.

Lukisan Mega di Kelopak (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

Lukisan Mega di Kelopak (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

Yang berikut juga menarik. Air yang masih berkumpul di sekitar tumbuhan serupa bunga ini menimbulkan efek unik di sekitarnya.

Air Yang Memantulkan Cahaya (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

Air Yang Memantulkan Cahaya (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

Masih Ada Embun di Kelopak (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2008)

Masih Ada Embun di Kelopak (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2008)

Mawar di atas semakin menarik saat tetes embun pagi masih menempel di kelopak. Mawar yang sebenarnya hampir layu, nampak segar berseri.

Dua foto berikut ini lebih unik lagi. Anggrek yang difoto jarak dekat yang kebetulan tumbuh di sela-sela tumbuhan Sari Penganten, membuatnya terlihat seperti lidah anjing menjulur sedang menjilati sesuatu. Saking ngilernya, sampai menetes air liur sang anjing.

Menetes Air Liurku (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)Menetes Air Liurku (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Masih Menetes Air Liurku (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Masih Menetes Air Liurku (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Dua foto di bawah ini merupakan foto Anggrek Bulan Silang. Tetes tembun di kelopak anggrek yang unik serupa kerongkongan, bisa menghasilkan embun yang berdampak seperti mutiara ataupun butiran air yang hampir jatuh dari stalaktit.

Tetes Mutiara Kembar di Lidah (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Tetes Mutiara Kembar di Lidah (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Embun Hampir Jatuh Dari Stalaktit (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Embun Hampir Jatuh Dari Stalaktit (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Daun ternyata tidak kalah menariknya dari Bunga. Daun dari jarak dekat menjadi lebih menarik karena gurat-gurat tulangnya terlihat. Tetes emben yang masih berkumpul di daun tengkorak ini contohnya.

Embun di Daun Tengkorak (Foto: Swary Utami Dewi, Desember 2007)

Embun di Daun Tengkorak (Foto: Swary Utami Dewi, Desember 2007)

Daun keladi yang begitu sederhanapun menjadi begitu eksotis ketika embun menghampirinya. Lihat di bawah ini.

Tetes Embun di Daun Keladi (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Tetes Embun di Daun Keladi (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Terakhir, air yang mengumpul di rongga daun berikut, menimbulkan efek berulir yang cukup cantik. Serasa memasuki suatu rongga berputar yang tiada berakhir.

Rongga Embun Tiada Berhenti (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Rongga Embun Tiada Berhenti (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2008)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: