Sudewi2000’s Weblog

March 18, 2009

MENJAGA PRASANGKA BAIK

Filed under: My Self, Opinion — Tags: , , , , , — sudewi2000 @ 2:22 am

14 Maret 2009. Saat melakukan perjalanan ke Muna dari Kendari, di atas kapal cepat Sagori, seorang perempuan berusia sekitar 30-an asyik berbincang dengan beberapa orang. Entah teman atau kerabatnya, yang jelas ia berbicara begitu keras sehingga satu ruangan bisa mendengar. Aku yang setengah mengantuk tiba-tiba merasa terganggu. Kutoleh teman perjalananku, seorang pejabat tinggi di salah satu departemen. Ia nampak tidak terganggu.

Pemandangan antara Kendari Muna (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

Pemandangan antara Kendari Muna (Foto: Swary Utami Dewi, Maret 2009)

”Bisa ya, kok ada orang yang berbicara begitu keras tanpa merasa membuat yang lain terganggu?”

 

Tidak ada komentar.

 

”Dan ia sudah berbicara begitu keras selama hampir 2 jam. Kok gak capek ya?” Aku kembali berkomentar sambil mencoba mengirim sms di tengah-tengah sinyal yang kadang ada kadang tidak.

 

”Bisa ya, Tami kok sms terus menerus tanpa berhenti sejak tadi?” Tiba-tiba temanku itu berkomentar melihat aku dari tadi asyik sms.

 

Aku terbahak. Sadar bahwa pada saat aku merasa heran dengan tindakan orang lain, orang lainpun bisa merasa begitu takjub dengan apa yang kulakukan.

 

Lalu, 18 Maret 2009, hari ini, saat berada di pesawat dari Makassar menuju Jakarta, sejak duduk di kursi, aku mendengar seorang perempuan yang nampak masih belia, berbicara begitu keras dengan pria yang duduk di sebelahnya. Aku yakin paling tidak beberapa deret kursi di depan dan belakang bisa mendengar suaranya begitu lantang menceritakan berbagai hal.

 

Perempuan itu menceritakan berbagai hal tentang luar negeri. Dan ajaibnya, ada banyak yang menurutku tidak  tepat. Entah nama tempat atau cara dia menyebutkan. Mmmh, jangan-jangan dia menyaru tahu banyak hal untuk bisa disebut wah dan datang dari kalangan tertentu. Sudah sombong, mengganggu lagi. Padahal kami sama-sama duduk di kelas ekonomi.

 

Lalu, aku kenal banyak teman yang benar-benar kaya, berkeliling dunia, tapi kupikir jarang sekali aku menemukan keajaiban seperti ini. Dan lagi… dan lagi. Aku terus mencerca dan mencari berbagai kekurangan perempuan ini.

 

Dan tiba-tiba, entah kenapa aku teringat komentar teman seniorku di atas kapal Sagori. Kemudian, komentar sinis dalam hatiku tentang perempuan berisik ini terhenti. Tiba-tiba juga aku tersenyum sendiri, dan sedetik kemudian tertawa kecil. Kenapa aku begitu peduli dengan keberisikan kecil yang ada di belakangku? Kenapa aku begitu mengacuhkan suara bagai toa yang kutemui di kapal Sagori? Kenapa aku merasa aku yang pantas mengatakan bahwa  yang berisik tidak meyenangkan dan bercerita bombatis tidak pantas ataupun sombong?

 

Tuhan, cekatku. Jangan-jangan aku yang salah karena begitu mempedulikan mereka, lantas menilai bahwa mereka tidak baik. Jangan-jangan mereka bersuara keras karena memang kebiasaannya. Jangan-jangan ceritanya betul dan mereka bersemangat bercerita untuk berbagi dan membahagiakan yang mendengar.

 

Aku kembali tersenyum dan mentertawakan diri. Tami lagi-lagi berprasangka. Ya…aku kembali menilai mereka. Tapi kali ini aku merasa lebih baik dan senang karena paling tidak aku memberikan prasangka baik. Mmh, sudah sepantasnya aku berterima kasih karena mereka telah mengajarkanku untuk instropeksi diri dan berpikiran baik tentang mereka. Tidak mudah memang untuk membuat diri selalu berprasangka baik kepada sesama.

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: