Sudewi2000’s Weblog

February 28, 2009

KARANGAN ARA: LALA DAN LILI

Banjarbaru, 28 Februari 2009

Anak keduaku, Ara, putri satu-satunya, kadang suka bercerita. Malam ini, gadis kecil berusia 7 tahun ini, mendekatiku yang sedang asyik depan komputer. Minta diketikkan cerita. Jadilah Ara mendikte cerita dan aku mengetiknya. Kemudian kumasukkan ke blogku. Inilah karya anak gadisku, Ara.

Ara, Gadis Kecilku (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2009)

Ara, Gadis Kecilku (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2009)

LALA DAN LILI

Karya: Meutia Swarna Maharani

Banjarbaru, 28 Februari 2009

Ada seekor semut hitam bernama Lili. Dia pendiam dan rendah hati. Pada suatu hari, Ratu Semut memerintahkan semua pasukan untuk mencari makan di pohon nangka. Yang tinggal di istana hanyalah Lili dan Ratu Semut, ibunya Lili.

“Anakku, mengapa kau tidak ikut para pasukan mencari makan di pohon nangka?” kata Ratu Semut.

“Tidak ah, panas sekali. Nanti bisa-bisa kulit Lili gosong,” jawab Lili.

“Tidak apa anakku. Malah itu membuatmu sehat,” kata Ratu Semut.

“Iya, Bu,” kata Lili.

Setelah itu, Lili menyusul rombongan semut yang lain. Tetapi dia sengaja membawa buah Blueberry untuk permainannya di pohon nangka.

Lili sedang asyik bermain di pohon nangka dengan buah Blueberry sehingga dia tidak melihat rombongan semut lain pulang ke istana dengan membawa makanan.

Tiba-tiba datanglah seekor lalat bernama Lala.

“Hai Lili, lihatlah. Aku bisa terbang cepat. Tidak sepertimu, lambat…” kata Lala.

Lili diam saja. Dia tidak sakit hati.

Teng teng teng. Terdengar bel makan siang dari istana.

Lilipun segera pulang ke rumah. Makanan diantar ke kamarnya.

Semenjak diledek Lala, Lili semakin bersemangat untuk mencari teman bermain.

Pada suatu malam, Lili membaca dongeng kesukaannya. Tiba-tiba terdengar suara Lala.

“Tolong… tolong,” teriak Lala.

Lili mendengar suara teriakan Lala dari halaman belakang istana. Dia segera ke sana diam-diam dengan membawa senter. Ternyata Lala tersangkut di getah pohon nangka yang ada di belakang istana.

Lili segera menolong Lala. Lili tidak tersangkut di getah pohon karena tubuhnya kecil. Akhirnya, Lala pun selamat. Lala berjanji tidak akan meledek Lili lagi.

Semenjak itu, Lili menjadi teman akrab Lala.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: