Sudewi2000’s Weblog

February 28, 2009

CATATAN ALIF: BUKU MOMO

Anak sulungku, Alif Yusuf Vicaussie, yang berusia 9 tahun gemar membaca dan mengarang. Akhir-akhir ini aku melihat kebiasaan  barunya membuat catatan dan memberi pendapat tentang buku yang dibacanya. Inilah catatannya mengenai buku Momo yang dibuatnya Desember 2008.

Alif yang Jenaka (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2009)

Alif yang Jenaka (Foto: Swary Utami Dewi, Februari 2009)

Judul buku : MOMO

Pengarang: MICHAEL ENDE
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun: 2004
Jumlah halaman :320
Tanggal resensi: 3 Desember 2008
Peresensi: Alif Yusuf Vicaussie

Momo adalah seorang gadis cilik yang baik hati dan selalu riang. Kalau ada masalah orang akan datang kepada Momo. Pertama-tama Momo mendengarkan. lalu muncullah ide di dalam tubuh orang yang didengarkan Momo. Momo punya banyak teman, diantaranya ada Beppo dan Gigi. Lalu datanglah Tuan Kelabu yang membuat bahaya besar dengan mencuri semua waktu dan Momopun menghadapi sebuah bahaya yaitu Tuan Kelabu. Momopun tiba tiba didatangi seekor kura-kura yang punggungnya bisa bertulisan. Maka Momopun ikut kura-kura itu dan sampailah dia di rumah Empu Hora yang selalu mengirim waktu pada manusia. Tapi akhirnya Momo harus menghadapi bahaya dari Tuan Kelabu. Pada akhir ceritanya, Momo menang dan dunia terselamatkan dari bahaya karena Momo si gadis cilik.

Seandainya Tuan Kelabu dan teman temanya mengambil semua waktu maka para orang tua akan jadi sibuk dan anak anak tidak bisa bermain lagi. Tapi Momo menghentikan semua itu dengan bantuan seekor kura kura bernama Kassiopeia. Dengan bantuan Kassiopeia, Momo menghancurkan semua Tuan Kelabu dan waktu di duniapun bertambah lama. Pada akhirnya, Momo pulang ke reruntuhan anteifier dan Momo ditemukan di reruntuhan itu. Momo dibangunkan rumahnya oleh masyarakat setempat yang baik hati sekali dan Momopun tinggal di tempat itu. Waktu ke tempat Empu Hora, Momo tidur. Pas bangun Momo bingung. Ternyata dia sudah setahun satu hari tidur.

Tempat Momo nongkrong adalah reruntuhan anteifier yaitu stadium Yunani yang banyak reruntuhan lain. Momo sangat suka di situ. Momo sebenarnya adalah anak panti asuhan yang kabur. Sejak kecil orang tuanya meninggalkan Momo di panti asuhan itu.

Waktu para Tuan Kelabu mengepung rumah Hora, mereka menunggu karena tak bisa masuk karena ada aliran waktu yang berjalan mundur di situ. Kalau masuk, maka para Tuan Kelabu akan meleleh. Pada waktu aliran waktu mati, maka Empu Hora akan tertidur selamanya. Pada waktu masuk, para Tuan Kelabu terkejut karena rokok mereka mau habis. Jika rokoknya habis, maka mereka akan menjadi debu dan mati. Maka merekapun berlari ke markas mereka.

Momopun mengamati para Tuan Kelabu dan mengikuti mereka sampai di depan markas Tuan Kelabu. Momo masuk dan melihat para Tuan Kelabu tinggal enam dan pintu itu masih terbuka. Maka Momopun menutup pintu itu dan terlihat oleh para Tuan Kelabu. Maka terjadi kejar-kejaran. Akhirnya tinggal dua Tuan Kelabu yang tersisa. Maka Momopun lari ke markas para Tuan Kelabu lagi. Akhirnya tinggal satu Tuan Kelabu. Tanpa sengaja, rokok Tuan Kelabu jatuh dan tuan kelabu terakhir itupun mati. Lalu Momo membuka pintu itu lagi dan waktu-waktupun terbang keluar dari tempat itu dan dunia berjalan lagi. Banyak orang merasa waktu mereka bertambah banyak dan orang orang punya banyak waktu lagi.

Temannya Gigi menjadi kaya, sedangkan Beppo menjadi penyapu yang selalu buru buru. Beppo mengira momo ditawan. Momo pulang ke reruntuhan dan di sana dia bertemu semua teman lamanya dan momo pun bermain lagi.

Buku Momo sangat bagus sekali. Saya sarankan buku Momo diterbitkan lagi dan boleh dibaca setiap umur karena sangat bagus. Lebih baik dibikin sampul yang keren dan bagus dan itulah saran saya. Oya. saya lupa karena saya kelas empat tolong kirimkan lanjutan buku Momo ke saya ya. Dadah. Oya, saya punya sepupu bernama Nopal, Kintan dan Gaul. Tolong kasih mereka mainan yang banyak sekali ya kalau ketemu. Baiklah, sampai jumpa. Sampai ketemu lagi ya. Aduh, kok pusing. Aduh bruuk! Nanti dilanjutin lagi ya. Saya ternyata lagi sakit flu nih. Ingat ya di Jalan Rina Karya rumah saya.

1 Comment »

  1. subhanallah, al.Musyawwir……………, putra-putrimu betul2 cerminan kalian semasa jadi aktifis dulu, menjaga serta memberi arti kehidupan untuk mereka adalah bentuk rasa syukur kalian atas karunia ini.

    Bung He & Mba’ Tami, semoga keluarga kalian akan memperoleh tempat pada kehidupan yang terbaik baik dalam kefanaan ini maupun esok dikampung nan abdi, Amiin Yaa Rabbal’alamin!

    Salam saya sekeluarga,
    lapeh taragak atas kalian berdua.

    Comment by alzubir — March 14, 2009 @ 7:42 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: