Sudewi2000’s Weblog

January 25, 2009

BUNGAKU JANUARI 2009

Tahun baru telah lewat. Semangat baru kuharap menjalari hidupku terus: semangat untuk berbuat dan mencipta lebih baik lagi. Saat beberapa hari terakhir di Januari 2009 kulewatkan di rumah, kesegaran bunga-bunga yang masih bertahan, meski hujan lebat kerap melanda Banjar Baru, seolah mengajarkanku tentang kekuatan bertahan para bunga. Lagi-lagi, ternyata dari alam aku bisa belajar banyak.

Swary Utami Dewi)

Anggrek Bulan Halong Meratus: Tahan Berbulan-bulan (Foto: Swary Utami Dewi)

Satu di bawah ini, masih jenis Anggrek Bulan. Juga asli Pegunungan Meratus, Kalsel. Tapi perhatikan kelopaknya. Beda bukan dengan yang pertama di atas?

Swary Utami Dewi)

Anggrek Bulan Loksado dari Jenis yang Berbeda (Foto: Swary Utami Dewi)

Kembali lagi ke Anggrek Bulan Halong, saat kujepret dari jarak cukup dekat, mekar kelopak membuatnya makin anggun dan mempesona.

Swary Utami Dewi)

Anggrek Bulan Halong dari Dekat: Begitu Mempesona (Foto: Swary Utami Dewi)

Anggrek berikut, katanya, juga termasuk keluarga Anggrek Bulan. Tapi sudah silang tuh, alias kawin campur. Tidak heran warna kulit, eh kelopaknya, ada unsur keunguan. Anggrek ini juga mampu bertahan lama. Saking lamanya, ia sampai bersimbiosis dengan laba-laba. Bisa lihatkan, jaring halus menempel di kelopaknya.

Swary Utami Dewi)

Anggrek Bulan Silang (Foto: Swary Utami Dewi)

Berikutnya lagi, Anggrek Tanah. Mungkin karena tidak memerlukan inang untuk menempel dan tumbuh, melainkan langsung dari tanah, anggrek berikut disebut Anggrek Tanah. Warna kuning emasnya mempesona.

Swary Utami Dewi)

Anggrek Tanah Berwarna Kuning (Foto: Swary Utami Dewi)

Yang di bawah ini, masih anggrek juga. Campuran lagi alias silang. Kalau tidak salah disebut Anggrek Dandrum. Anggrek ini juga telah berbunga berbulan-bulan. Warnanya agak ungu muda bercampur kuning gading pastel.

Swary Utami Dewi)

Anggrek Silang Dandrum (Foto: Swary Utami Dewi)

Beralih ke non-anggrek, kembang Sari Penganten juga masih menghiasi taman. Warna merah jambunya menyejukkan mata. Ia tumbuh di sela-sela daun segar.

Swary Utami Dewi)

Buket Sari Penganten (Foto: Swary Utami Dewi)

Sewaktu kecil dulu, saat mengunjungi nenek (alm.) di Palangkaraya, aroma kembang ini kerap kujumpai di kamar tidurnya. Inilah Kenanga favorit nenekku. Ia seakan membangkitkan kenangan masa kecil di Palangkaraya.

Swary Utami Dewi)

Kenanga, Favorit Nenekku (Foto: Swary Utami Dewi)

Kembang Sari Penganten dan Kenanga, jika berpadu dalam satu rangkaian, mampu menampilkan pesona tersendiri. Merah jambu dan kekuningan ternyata perpaduan yang serasi. Inilah mereka.

Swary Utami Dewi)

Perpaduan Sari Penganten dan Kenanga (Foto: Swary Utami Dewi)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: