Sudewi2000’s Weblog

January 3, 2009

JELAJAH BELANDA (2): PANTAI SCHEVENINGEN

Ditulis kembali 3 Januari 2009

Scheveningen merupakan salah satu tempat favoritku. Pantainyalah yang membuat tempat ini begitu terkenal. Hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan trem dari Centrum, sampailah aku ke salah satu pantai terkenal di Belanda ini.

Swary Utami Dewi)

Ombak Berdebur Tenang di Scheveningen (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Pantai Panjang yang Meliuk Seperti Ular (Foto: Swary Utami Dewi)

Udara masih terasa menusuk, dingin. Aku yang datang bersama Mukti dan Boyce dua kali pada Juni 2008 ke Scheveningen menarik jaket rapat-rapat. Ups, jangan salah. Masih banyak yang tidak merasakan dinginnya udara dan terlihat asyik menikmati pantai.

Swary Utami Dewi)

Dipenuhi Wisatawan (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Asyik Bermain Pasir (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Sekeluarga menikmati liburan di pantai. Kok si Bocah gak menggigil ya? (Foto: Swary Utami Dewi)

Scheveningen juga unik karena memiliki banyak kafe, restoran dan toko di sepanjang pantainya.

Swary Utami Dewi)

Restoran di Sepanjang Pantai (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Suasana di Salah Satu Kafe (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Totem Unik di Tengah Sebuah Restoran (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Sebuah Kafe Menampilkan Dekorasi Unik Es Krim (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Patung Neptunus di Depan Sebuah Restoran Mewah (Foto: Swary Utami Dewi)

Beberapa pilihan permainan dari yang sederhana untuk anak-anak, sampai yang membuat jantung berdebar seperti bungy jumping, juga disuguhkan.

Swary Utami Dewi)

Trampoline, Salah Satu Permainan yang Tersedia (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Asyik Bermain Trampoline (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Permainan Lain untuk Anak (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Siap Bermain Bungy Jumping (Foto: Swary Utami Dewi)

Swary Utami Dewi)

Bungy...Melayang di Udara (Foto: Swary Utami Dewi)

Scheveningen juga memilikiĀ sebuah hotel tua yang memiliki makna bersejarah bagi Indonesia maupun Belanda. Hotel Kuur Haus menjadi saksi bisu Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949. Sampai sekarang hotel ini masih berdiri megah layaknya sebuah istana mini.

Swary Utami Dewi)

Hotel Bersejarah Kuur Haus Masih Berdiri Kokoh (Foto: Swary Utami Dewi)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: