Sudewi2000’s Weblog

January 2, 2009

REMBANG TETAP MEMPESONA (3) : KULINER, BATIK, AKSESORIS

Filed under: Traveling — Tags: , , , , , — sudewi2000 @ 3:12 pm

21 Juli 2008

KULINER. Lontong tuyuhan tetap jadi favoritku. Lontong yang diberi lauk sejenis ayam opor memang menggugah selera. Ayam kampung yang liat-liat ketika digigit, membuat makan lontong ini menjadi lebih berseni. Dua porsi menjadi layak jika aku menyantap makanan khas tersebut.

Eny dan Penjual Lontong Tuyuhan

Eny dan Penjual Lontong Tuyuhan

Selain tuyuhan, di rumah Eny biasa tersedia berbagai makanan khas Rembang. Yang paling membuatku kepincut adalah terong yang dipenyet dengan sambal terasi. Aku merasa itu paling yahud. Esoknya, aku semakin merasa cinta terong yang kali ini dipenyet dengan parutan kelapa berbumbu. Dicocol dengan tempe, tahu atau ikan goreng, santap siang dan malamku selalu terasa spesial.


BATIK. Batik Lasem tetap kujelajahi. Ada beberapa penjual yang aku kunjungi bersama Eny. Tapi dari semua yang menjadi favoritku adalah Purnomo. Batik tulisnya berwarna cerah ceria, bermotif hidup dan harganya tidak semahal tempat lain. Aku memilih beberapa kain batik tulis berwarna coklat kemerahan, coklat kehitaman dan merah maron. Batik-batik ini kutinggal di Rembang untuk dibordir dan dijahit. Tidak sabar aku membayangkan bentuk cantik baju-baju batik ini juga sudah selesai dijahit.

Menjelang pulang dari Rembang menuju Semarang tanggal 22 Juli pagi, aku dan Eny merambah pasar tradisional Rembang dan langsung berkunjung ke kios batik langsung jadi langganan Eny. Kali ini bukan batik Lasem, tapi batik Pekalongan dan Solo yang tersedia. Ada beberapa baju yang menarik perhatianku. Dengan harga sangat terjangkau, paling tidak 3 baju batik berpindah ke tanganku.

AKSESORIS. Saat menghadiri selamatan pengajian malam di rumah Mustofa Bisri pada 21 Juli 2008, sehari sebelum Mbah Mus beserta istri dan 2 anaknya berangkat Umroh, tiba-tiba Eny memanggilku dari kamar tengah. Aku masuk dan sesaat kemudian terbelalak. Iyah, salah satu anak Mbah Mus, ternyata sedang belajar membuat aksesoris dari bebatuan yang diuntai dengan kawat besi. Beberapa aksesoris yang sudah jadi – – bros, kalung, cincin dan gelang — terlihat begitu rupawan dengan paduan warna dan corak yang pas. Aku yang memang tergila-gila dengan aksesoris, terutama kalung dan cincin unik, segera membeli. Iyah masih agak bingung menentukan harga yang pas. Bagiku, harga yang diberikan Iyah tidak mahal. Dengan Rp 75 ribu aku mendapatkan satu stel lengkap. Keren dan pas ketika kukenakan.

Keluarga Besar Bisri di Rembang

Tamu di Rumah Mustofa Bisri, Rembang

Rembang tidak kehilangan pesona. Panas dan tandus kota pantai ini menjadi tidak terasa saat keteduhan keluarga besar Bisri dan berbagai pernik kuliner, batik serta aksesoris, menemaniku saat aku berada di sana selama 4 hari. Aku pun berencana kembali lagi ke Rembang.

1 Comment »

  1. Aslm. Salam kenal. Punya artikel tentang sejarah china di Rembang-Lasem? Tengkyu

    Comment by Lelaki Hening Yang Menaklukkan Dunia — September 6, 2010 @ 1:17 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: