Sudewi2000’s Weblog

January 2, 2009

REMBANG TETAP MEMPESONA (1): HAUL DI LASEM

Filed under: Traveling — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 2:18 pm

19 Juli 2008. Kelelahan menempuh jalan darat Jakarta – Semarang – Rembang sekitar 12 jam dan hampir tidak tidur semalaman di mobil, seakan terobati ketika kami memasuki rumah teman kuliahku, Yaqut. Mesem-mesem di teras, kulihat Bowo, sang calon penganten menyambut kami, empat orang teman kuliahnya dengan wajah berseri.

Salah Satu Sudut Rembang

Salah Satu Sudut Rembang

“Kalau tidak karena Bowo, mungkin aku tak akan pernah menempuh pantura sejauh ini,” celetukku disambut cengiran Bowo. Syukri, Caping dan Didik sigap turun dari mobil yang selama berbelas jam membuat pinggang agak pegal. Hanya kumpulan lagu di hp Caping dan semangatku untuk kembali menjejak Rembang membuatku tetap bersemangat dan tidak terlalu merasa lelah dalam perjalanan.

Tanpa istirahat, Yaqut segera mengajakku ke kegiatan haul almarhum Kyai Mashoem, pendiri pesantren Al Hidayah, di Lasem. Keinginan untuk bertemu Bang Kaban di tempat ini membuatku bersemangat. Sampai di pesantren, ya Allah, aku cukup terkesima melihat banyaknya orang yang sudah datang. Masyarakat sekitar, para tamu undangan dan santri berbaur. Lelaki dan perempuan tetap duduk bergerombol terpisah.

Masuk ke rumah cucu Kyai Mashoem, KH Zaim, yang sekarang memimpin Al Hidayah, membuatku lebih kaget. Kupikir Bang Kaban hanya disertai protokolnya saja. Eh, ternyata ada beberapa pejabat eselon 1 dan 2 yang sudah kukenal cukup baik. Kontan aku ngibrit, masuk ke dalam. Untunglah ada bibi dari pemimpin pesantren yang sangat baik dan menemaniku.

Beberapa saat kemudian, sesudah berbincang dengan ajudan dan beberapa staf, aku memperkenalkan Yaqut, termasuk ke Bang Kaban. Tidak ada waktu lama berbincang karena acara puncak segera dimulai. Pengajian dan sambutan-sambutan dihantar. Oleh keluarga tuan rumah, aku “dipaksa” duduk di deretan depan bersama-sama dengan para nyai yang sudah lumayan berumur. Ciuman di tangan, sebagai tanda hormat, yang diberikan beberapa hadirin perempuan yang datang membuatku semakin jengah. Tidak sampai 10 menit, aku sudah kabur, memilih masuk ke rumah utama dan menemui sang bibi sepuh. Lebih aman dan nyaman.

Kantukku akibat tidak tidur semalaman di mobil bercampur gerahnya Lasem membuatku memilih untuk tidak berlama-lama dan kembali pulang bersama Yaqut. Tapi paling tidak ada dua pengetahuan baru yang kuperoleh dari Lasem, selain tradisi batik yang sudah kutahu sebelumnya. Tradisi pesantren memang sangat kental di Lasem, seperti halnya beberapa kota di pantura lainnya. Kyai besar yang memiliki pesantren bertebaran dan mendapat penghormatan yang amat sangat dari banyak orang. Kedua, konon katanya 60% penduduk Lasem adalah Tionghoa dan sisanya mayoritas Jawa. Dari etnis Tionghoa tersebut, 80%-nya adalah muslim. Konon lagi kabarnya, mereka merupakan turunan dari armada Cheng Ho yang bergerak menjelajah dunia baru dengan misi damai, termasuk ke beberapa tempat di Jawa. Tidaklah mengherankan jika kebanyakan dari turunan mereka, seperti layaknya Ceng Ho, memeluk agama Islam.

Lasem tetap memberi banyak hal baru bagiku.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: