Sudewi2000’s Weblog

November 17, 2008

MENJEJAK BELANDA: WELKOM TO HOLLAND

Filed under: Traveling — Tags: , , , , , , — sudewi2000 @ 1:07 pm

Ditulis 8 Juni 2008

Dari 26 Mei sampai 23 Juni 2008, aku dan beberapa teman dari suatu forum NGO lingkungan terkenal di Indonesia mengikuti kursus Political Ecology di Institute of Social Studies di Den Haag, Belanda.

Mukti Ali)

Di Depan Istana Ratu di Den Haag (Foto: Mukti Ali)

Sesudah terbang 2 jam dari Jakarta ke Kuala Lumpur, kemudian lanjut ke Amsterdam selama 12 jam, mendaratlah burung besi Boeing 747-400 di Schipol. Dua teman sudah menjemput, Grace dan Anna. Angin yang berhembus cukup kencang di tengah-tengah musim semi membuatku harus mengancingkan jaket dan memasang syal. Lumayan bisa membantu menghangatkan badan.

Belanda akhirnya kujejaki. Waktu berbelas jam di pesawat ditambah rasa mengantuk yang luar biasa akibat hampir tidak tidur, dikalahkan oleh rasa dingin. Mungkin 11 atau 12 derajat. Persis musim semi di Melbourne. Dari Schipol, moda transport berganti. Giliran kereta bertingkat dua yang dicicipi. Schipol ke Holland Spur memakan waktu sekitar 45 menit. Keluar dari stasiun kereta, berganti trem yang ditempuh selama 10 menit menuju The Hague alias Den Haag.

Turun di stop Mauritskade, aku dan rombongan berjalan kaki ke hostel selama 10 menit. Angin masih menderu agak kencang, membuat kami merapatkan jaket dan menarik syal rapat-rapat. Ada sedikit insiden menarik saat Mukti menyadari ranselnya yang berisi laptop, hp dan beberapa benda berharga ketinggalan di trem. Dengan sigap Anna menghubungi petugas info trem dari hpnya dan beberapa saat kemudian mengatakan mungkin besok ransel Mukti bisa diambil, kalau ada yang mengembalikan. Aku sempat melirik Mukti yang terlihat pucat dan bersalah karena telah mengabaikan tas berharganya. Dasar Ambo…

Swary Utami Dewi)

Hostel Tempat Bermukim Selama Hampir 1 Bulan (Foto: Swary Utami Dewi)

Sesudah check-in dan pembagian kamar– aku mendapat kamar 9 — setengah mengantuk beramai-ramai kami berjalan kaki menuju kampus Institute of Social Studies (ISS). Berjalan sekitar 10 menit lurus dari pintu belakang hostel, kami sempat melewati Istana Resmi tempat berkantornya Ratu Belanda Beatix. “The flag is on,” jelas Anna. Bendera berkibar berarti sang Ratu sedang ada di tempat. Jika bendera turun, berarti yang bersangkutan berada di tempat lain (Hari-hari berikutnya sampai Jumat, aku melihat bendera terus berkibar di istana mungil ini. Berarti Ratu memang rajin bekerja 5 hari dalam seminggu. Mmh…).

Swary Utami Dewi

Lambang Kerajaan Belanda di Atas Gerbang Istana Ratu (Foto: Swary Utami Dewi

Bertemu dengan Prof. Ben White dan Dr. Murat Arsel, dua pengajar utama kursus Political Ecology, sangat menyenangkan. Ben yang beristrikan perempuan aktivis pendiri LSM Perempuan pionir di Indonesia bersikap sangat ramah. Briefing tentang modul yang akan diberikan serta agenda kursus diberikan secara singkat. Rupanya mereka sadar bahwa rasa cape dan jetleg masih mendera. Sesudah lunch bersama di kantin kampus, pertemuan pertama selesai. (Ada hal menggembirakan sewaktu makan, karena Anna berhasil membawa tas Mukti dengan selamat sejahtera tidak kurang suatu apapun).

Dari kampus, ternyata perjalanan dilanjutkan dengan orientasi tempat. Grace dengan sabar menunjukkan beberapa tempat penting yang wajib diketahui, seperti tempat penjualan sim card (kartu hp Belanda), super market dan apotik. Agak mengagumkan melihat uniknya pertokoan yang berderet rapi. Sim Card Belanda, yang menurut para senior paling murah dan efektif, Lebara, kubeli dan segera kupasang di hp. Agak kesal aku karena ternyata telfon masih tidak bisa dipakai untuk sms dan hanya bisa untuk telfon — yang tentu saja memakan biaya lebih mahal –. Di super market aku sempat membeli beberapa bahan makanan.

Swary Utami Dewi)

Salah Satu Sudut Pertokoan Tidak Jauh Dari Hostel (Foto: Swary Utami Dewi)

Aku hampir menyerah karena mengantuk dan memutuskan untuk pulang cepat ke asrama. Tapi mengingat jalan yang dilalui masih belum kuhafal, daripada tersesat, aku akhirnya tetap bergabung dengan rombongan mengitari centrum. Peduli amat dengan rasa kantuk…

Malam hari teman-teman ISS yang mendapat beasiswa dari pemerintah Belanda, Stuned, berbaik hati membuatkan makan malam dan mengadakan acara selamat datang kepada 16 peserta kursus dari Indonesia (minus Boyce, yang baru datang keesokan harinya). Sesudah ber-haha hihi– termasuk kaget karena bertemu Erwanto, teman lama yang kukenal waktu aku beberapa kali ke Aceh –, menjelang jam 11 aku memutuskan untuk masuk kamar, tidur dan bermimpi panjang. Masih ada waktu empat minggu di Belanda dan Eropa untuk dijalani, Tami. Selamat tidur.

1 Comment »

  1. 617U9s comment6 ,

    Comment by andry — May 7, 2009 @ 6:21 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: