Sudewi2000’s Weblog

November 3, 2008

Selebriti, Masyarakat dan Media Massa

Filed under: Opinion — Tags: , , , — sudewi2000 @ 10:17 am

Tulisan ini dimuat di Koran Mata Banua, Rabu, 24 September 2008

http://www.matabanua.com/kolom/opini/98-opini/1101-selebriti-masyarakat-dan-media-massa.html

Tulisan Versi 11 November 2007

Ada yang membuat kita merasa miris tiap hari saat membaca berita surat kabar atau mendengar liputan televisi. Hampir tidak ada berita menggembirakan. Kalau tidak kecelakaan dalam berbagai bentuk, musibah bencana yang terjadi. Selain itu, berita korupsi juga terpapar di sana-sini.

the Youngest Most Sacred Monster of the Cinema in her Time (Dali, 1939)

Shirley Temple: the Youngest Most Sacred Monster of the Cinema in her Time (Dali, 1939)

Apa alternatifnya? Banyak orang disuguhkan berita ringan, yang kadang mengundang tawa geli: berita-berita selebritis. Si X punya pacar baru, si Badu bercerai, si ini begini, si itu begitu. Tidak membuat otak terlalu pusing, tapi bisa menimbulkan gosip dan cengiran melihat berbagai ulah polah “orang-orang” yang dibuat ngetop oleh media massa. Kehidupan selebritis memang mengundang keingintahuan. Awam ingin tahu apa yang terjadi terhadap para idola. Ingin meniru gaya apa yang dipopulerkan seleb-nya. Dari gaya pakaian, rambut, sampai cara berbicarapun menjadi bahan tiruan. Pakaian unik ala Ratu (yang waktu itu belum bubar), membuat harajuku populer. Gaya rambut berwarna warni menjadi model yang tidak lagi asing.

Yang terbaru, yang membuatku geregetan, adalah cara bicara (anakku yang berusia 6 tahun, terkadang, tanpa disengaja melakukan gaya bicara yang mirip dengan tokoh Eneng, sinetron kesukaannya). Yang “nyebelin”, pada saat tata bahasa baru dengan tanpa disengaja diperkenalkan dan dipopulerkan mereka. Rambutku menjadi rambut aku, bukuku menjadi buku aku, dan sebagainya. Kata kepunyaan menjadi subyek atau mungkin obyek(?)

Identik dengan gaya hidup yang berbeda, uang yang banyak, terkenal di mana-mana, status selebriti memang memiliki magnet tersendiri. Siapa yang tidak ingin? Maka berbondong-bondonglah para pemula masuk ke berbagai ajang dunia hiburan, mode dan sejenisnya, yang ujung-ujungnya menjadikan mereka bagian dari selebriti. Saking menggiurkannya, setan pun ingin jadi bagian dari kelompok elit ini. Maka bergabunglah Suster Ngesot, Genderuwo, Sundel Bolong dan lain-lain dalam dunia gegap gempita tersebut. Berita-berita tentang mereka pun menjadi santapan sehari-hari.

Simbiosis mutualisme antara media massa dan para selebritis memang unik. Saling memberi. Kadang ada media massa yang bete dengan seorang seleb atau sebaliknya. Tapi lama-lama, persekutuan saling membutuhkan pun terjadi kembali.

Kadang aku merenung-renung, apakah mungkin simbiosis mutulisme ini tidak terbatas pada kedua belah pihak saja? Mungkinkah masyarakat banyak bisa lebih memetik keuntungan positif dari hubungan ini? Di luar sana, ada Anjelina Jolie misalnya, yang sekarang memfokuskan diri pada anak-anak yang menjadi korban perang. Efeknya cukup lumayan, karena ia tidak lagi hanya dikenal sebagai perempuan menarik dalam berbagai film, tapi juga aktris yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Lain lagi Julia Roberts, yang rela pucat pasi dan gemetar dipeluk raja orang utan Kalimantan demi melaksanakan kampanye penyelamatan satwa ini. Mereka tampil apa adanya. Tanpa make-up, berdandan biasa dan tidak dibuat-buat.

Di Indonesia memang mulai ada segelintir selebriti seperti ini. Tapi anehnya, media yang meliput dan artis yang diliput lebih memfokuskan diri pada keselebritisan mereka (yang laku dijual), dibandingkan dengan sisi humanis dan kerendahan hati. Maka jangan heran: ada artis yang disorot sedang mengunjungi korban banjir, tapi dandanannya seperti hendak ke pesta.

Mudah-mudahan di masa mendatang, tidak hanya hal-hal semu yang tidak mampu dicapai dan tidak layak bagi kebanyakan orang yang ditampilkan media massa dan para selebriti kita. Simbiosis mutualisme tiga sisi-lah yang tercapai: sang selebriti, media massa serta masyarakat penerima dan pencerna berita. Artis tetap ngetop, media massa meneguk keuntungan, dan para pemirsa mendapat dan meniru berbagai hal positif. Semoga.

1 Comment »

  1. halooo slam kenal tukeran link yukkk

    Comment by madzz — November 3, 2008 @ 6:20 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: