Sudewi2000’s Weblog

October 18, 2008

AKSES AIR BERSIH DAN PENDIDIKAN

Filed under: Opinion — Tags: , , , , — sudewi2000 @ 8:58 am

Ditulis 17 Juli 2007

Setiap aku di rumah, membuka koran Kompas dan Banjarmasin Post, duduk membaca sambil menikmati sarapan, biasanya efek kegelisahan yang kudapatkan. Hari ini, 17 Juli 2007 ada beberapa berita yang menarik perhatian. Banjarmasin Post menulis tentang krisis air di 7 kecamatan di Kabupaten Banjar. Akibatnya sulitnya mendapatkan air, sebagian besar warga mulai memanfaatkan air sungai. Musim hujan tak kunjung tiba, malah kemarau akan menjelang. Ini mengakibatkan sungai yang menjadi tumpuan masyarakat di saat krisis menjadi tidak begitu berarti. Sudah tercemar, kotor dan tidak layak, dangkal pula.

Teropong)

Air Bersih Kerap Menjadi Kendala (Foto: Teropong)

Di salah satu kecamatan, yaitu Aluh-Aluh, untuk mendapatkan air yang layak konsumsi, sebagian warga terpaksa harus membeli air tawar. Per drum mencapai harga Rp 12.000. Seorang warga setempat, Arsyad, seperti dikutip Banjarmasin Post, menyatakan dia terpaksa membeli air Sungai Tabuk karena air yang biasa dikonsumsinyam dari Sungai Musang, terasa asin. Sebenarnya air Sungai Tabuk bisa diambil gratis. Tapi jauhnya lokasi dari Aluh-Aluh, sekitar 2 jam dengan kapal air, menyebabkan banyak orang memilih untuk membeli.

Jangan tanya untuk mandi, mencuci atau membersihkan alat-alat makan. Tidak ada pilihan lain bagi warga setempat. Air sungai tetap dimanfaatkan. Tentu saja ada resikonya. Arsyad melanjutkan kalau pada musim susah air akan banyak warga yang terkena diare atau gatal-gatal karena jarang mandi atau mencuci peralatan rumah dengan air kotor.

Lihat lagi berita lain. Kali ini tentang pendidikan. Ada kisah tentang seorang anak berotak cemerlang dari Kotabaru. Salsabela namanya. Lulus SMP dia berniat melanjutkan ke sekolah favorit. Tapi apa daya, biaya daftar ulang yang tinggi menyebabkan keinginannya terhenti. Orangtua Salsa yang menjadi penjual sayur dan bekerja serabutan jelas tidak mampu mengocek duit.

Swary Utami Dewi)

Sulitnya Menjangkau Akses Pendidikan (Foto: Swary Utami Dewi)

Untunglah Salsa yang cerdas teringat akan pernyataan Bupati Kotabaru yang ditayangkan di TVRI tentang sekolah gratis. Dia kemudian berinisiatif meminta bantuan biaya pendidikan. Surat permohonan kepada sang Bupati dibawanya sendiri dengan berjalan kaki sejauh 2 km. Untungnya surat Salsa mendapat tanggapan positif dan Bupati menjanjikan untuk mendukung biaya sekolahnya. Salsa-pun dalam beberapa hari ini mulai mengecap pendidikan di salah satu SMA di Kotabaru.

Salsa jauh lebih beruntung dibandingkan beberapa anak di propinsi lain, yang kebetulan memiliki keinginan yang sama: bersekolah. Di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah misalnya, musim sekolah menyebabkan kesulitan bagi banyak calon siswa plus orangtua. Beberapa siswa yang hendak masuk suatu sekolah lanjutan atas, terkendala biaya daftar ulang yang tinggi. Seorang calon siswa yang juga harus berjualan kripik karena kesulitan ekonomi menuturkan surat miskin tidak lagi ampuh. Dia tetap diwajibkan membayar seluruh biaya daftar ulang, meskipun ada keringanan dengan cara mencicil. Sebagai informasi, biaya daftar ulang SMA/MAN di kabupaten ini bervariasi sesuai dengan kebijakan masing-masing sekolah. Besarnya antara Rp 697.500 – 845.000.

Mmh, apa arti semua ini? Kehidupan semakin susah bagi mayoritas orang. Sekolah, kesehatan, kebutuhan dasar menjadi bagian yang harus diraih dengan susah payah. Cucuran keringat tidak mampu menjamin bahwa mereka “pasti” mendapatkannya. Yang niscaya adalah kesulitan. Kapan semua ini akan menunjukkan titik-titik cerah? Habis gelap terbitlah…

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: