Sudewi2000’s Weblog

October 4, 2008

ANAK-ANAKKU: JULI 2007

Anak-anakku: Juli 2007

Alif, Ara, Rama

Ditulis 17 Juli 2007

Swaru Utami Dewi

Alif, Kintan (Sepupu), Rama, Ara, Nofal (Sepupu) (Foto: Swary Utami Dewi)

Lanjut….

Suasana Baru dan Adaptasi

Swary Utami Dewi)

Ara: Semangat Masuk Sekolah (Foto: Swary Utami Dewi)

Suasana baru. Itulah yang dialami Ara, anak keduaku, saat dia memasuki dunia sekolah dasar. Gadis cilik berusia 5 tahun ini beberapa hari sebelumnya terlihat begitu bersemangat. Mencoba sepatu dan seragam baru, mempersiapkan alat tulis yang dimasukkan ke kotak pensil, menyusun buku-buku tulis, sampai memilih buku bacaan yang katanya akan dibawa dan dibaca saat istirahat.

Menjelang tidur, Ara masih saja menceritakan apa yang akan dilakukannya besok di sekolah. Aku, yang setengah mengantuk, mendengarkan ceritanya sambil sesekali berkomentar. Ara berharap kalau hari pertamanya menyenangkan dan dia bisa cepat punya teman baru. “Ara mau belajar dengan rajin,” tuturnya riang.

Hari pertama sekolah, 16 Juli 2007, ternyata tidak selancar yang dibayangkan. Ara yang diantar sang ayah, menghadapi hari pertama dengan tangis. Saat baru ditinggalkan Ben sesaat, kabarnya Ara menangis. Khas tangisnya yang begitu nyaring bergema membuat Ben datang lagi ke kelas. Ketika pulang, Ara menceritakan alasannya menangis. “Karena tidak punya teman, Mah,” ujarnya polos. Aku menjelaskan kalau nanti dia juga akan punya banyak teman. “Kalau Ara tidak punya teman, Ara mau ke TK lagi ah,” tuturnya setengah merengut. Mendengar ancamannya, aku hanya tersenyum.

Lalu, Ara juga dengan bangga sempat bercerita, kalau waktu istirahat dia sempat membaca Toto Chan yang dibawanya. “Sudah hampir selesai, Mah” katanya sambil menunjukkan halaman buku yang sudah dibacanya. Aku ikut bangga melihat Ara menunjukkan usahanya menyelesaikan satu buku.

Hari ini, hari kedua, Ara pulang dengan ceria. Dia menceritakan sudah punya teman: Debby dan Aldi. Dia juga bercerita kalau di kelas jumlah anak perempuan sangat sedikit dibandingkan dengan anak lelaki. Ara juga memperlihatkan kepadaku jadwal pelajarannya dalam satu minggu. Aku tersenyum. Kadang, kalau tidak harus menunggui si bungsu Rama di rumah, mau juga aku ikut mengalami hari-hari pertama sekolah Ara. Yang jelas, aku merasa, Ara telah mulai melakukan adaptasi dengan sekolah barunya. Aku lega.

Buku Bacaan

Swary Utami Dewi)

Alif, si Sulung, Sangat Gemar Membaca (Foto: Swary Utami Dewi)

Anak-anakku sejak dini menampakkan minat baca yang tinggi. Alif bisa membaca sejak berusia 5 tahun, sementara Ara sejak berusia 4 tahun. Keduanya melahap buku apa saja untuk anak-anak: komik, cerita petualangan, cerita tokoh, ilmu pengetahuan untuk anak, kamus bergambar dan sebagainya. Alif bisa membaca beberapa buku berukuran sedang dalam 1 hari. Eragon, buku tentang naga, yang memiliki lebih dari 800 halaman diselesaikannya dalam 2 hari. Dia bisa menceritakan dengan lancar apa yang telah dibacanya. Ara agak berbeda. Dia biasanya tidak fokus membaca satu buku. Belum selesai satu, jika dia sudah tertarik dengan buku lainnya, dia akan segera beralih. Jadi dia bisa berganti-ganti membaca beberapa buku dalam satu hari sehingga perlu waktu agak lama untuk menyelesaikan satu buku. Akan halnya Rama, meskipun bungsuku ini belum bisa membaca, dia sudah memiliki beberapa buku favorit. Ensiklopedia dan berbagai buku tentang alam menjadi kesenangannya. Dia biasanya minta ditemani jika sedang memelototi buku.

Jadilah kemudian, buku menjadi kebutuhan pokok di rumah. Paling tidak sebulan sekali aku harus mencari buku baru untuk anak-anak. Jika bertepatan dengan hari libur, kami berangkat beramai-ramai ke Gramedia, Banjarmasin. Alif, Ara dan Rama akan memilihkan buku kesukaan masing-masing.

Sejak beberapa waktu lalu, tanpa bermaksud membuat mereka merasa “dibayar” karena telah membaca, aku membuat kesepakatan dengan Alif dan Ara. Siapa yang berhasil menyelesaikan satu buku, akan diberi uang Rp 1.000. Jika buku tersebut memiliki lebih dari 500 halaman, akan diberikan Rp 5.000.

Anak-anakku, yang memang tidak biasa jajan di sekolah, ternyata memiliki cara yang unik dengan uang insentif tersebut. Mereka memiliki rencana sendiri-sendiri. Saat ban sepedanya rusak, Alif membeli ban baru dengan uang tabungannya. Dia juga telah beberapa kali membeli komik Doraemon sendiri. Sementara Ara, berencana membeli baju atau buku dengan uangnya jika telah cukup.

Rama dan Kantung Semar

Swary Utami Dewi)

Rama, Si Bungsu yang Gemar Mengamati (Foto: Swary Utami Dewi)

Beberapa hari lalu, aku sempat membeli buku tentang kantung semar. Berisi tentang pengetahuan dasar tentang tanaman khas Kalimantan ini dan cara budidayanya. Di halaman rumahku yang lumayan memadai memang dipenuhi berbagai jenis tanaman dan buah, termasuk kantung semar.

Mertuaku yang getol bercocok tanam, keesokan harinya menyempatkan diri membaca buku tentang kantung semar itu. Rama mendekati dan ikut-ikutan memelototi. Sesudah selesai, sang nenek memberikan buku tersebut kepada si bungsu yang terlihat antusias. Jadilah kemudian giliran Rama mengamati buku yang memuat berbagai gambar kantong semar.

Tiba-tiba, Rama keluar membawa buku tersebut, memperlihatkan kepada Ben. Dia kemudian menarik tangan Ben dan membawa berkeliling. Mula-mula Ben tidak paham apa maksud Rama. Saat menemukan tanaman kantung semar di dekat tembok halaman, si bungsu menunjuknya dan kembali memperlihatkan buku tersebut. Ternyata, Rama paham bahwa kantung semar di buku itu ada yang sama dengan kantung semar di halaman rumah. Buku memang mengajarkan anak paham banyak hal, tanpa terkadang kita sadari.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: