Sudewi2000’s Weblog

October 3, 2008

PUKAUAN JAWA TENGAH

Ditulis 11 Juni 2007

Swary Utami Dewi)

Suguhan Gamelan di Salah Satu Hotel di Yogyakarta (Foto: Swary Utami Dewi)

Rangkaian perjalanan di Yogyakarta dan Jawa Tengah dimulai dengan mendaratnya aku di Jogjakarta pada 29 Mei 2007. Pesawat yang membawaku agak terguncang tertiup angin selama sepuluh menit sebelum menyentuh landasan. Agak harap-harap cemas hatiku. Untunglah burung besi ini mencium bumi dengan selamat.

Supir langgananku sudah siap menanti. Dia mengangguk paham ketika kujelaskan jadwalku kali ini. Menuju Wonosobo dari Yogyakarta , kemudian dari Wonosobo ke Semarang dan Rembang. Dari Rembang, seorang teman lain akan mengantarkanku ke bandara Semarang , untuk kembali ke Jakarta .

Target pertama, sebelum ke Wonosobo adalah mampir ke seorang sahabat. Dia kukenal tahun lalu di suatu training gender di Yogyakarta . Satu sama lain kemudian saling akrab dan tetap kontak melalui sms. Bahkan kemudian, aku mengenal keluarganya. Istri sahabatku ini dari negara benua di selatan Indonesia , tempatku menimba ilmu dahulu, sementara sang anak merupakan salah satu bocah favoritku.

Kangenku pada Fay, anak sahabatku yang belum genap berusia satu tahun, kupuaskan dengan bercanda dan bermain bersama. Walaupun mula-mula asing karena tidak melihatku selama beberapa bulan, pada akhirnya ia mau kugendong dan berinteraksi dengan berbagai cara. Dengan caranya sendiri, Fay menceritakan bagaimana ia bertemu dan takut melihat anjing, meniru aku menelfon dan menikmati duduk bersama di teras rumah.

Sang ayah, menunjukkan keahliannya memasak. Paling tidak ada 5 jenis masakan dihidangkan di siang itu. Dari semua yang lezat itu, sambal dengan irisan terong-lah yang begitu menggoyang lidah. Pujian pada akhirnya kuberikan kepada sang cook spesial ini.

Swary Utami Dewi)

Telaga Warna Dieng di Kabupaten Wonosobo (Foto: Swary Utami Dewi)

Hari menjelang sore ketika aku mulai mengukur jalan ke Wonosobo. MP3 yang memuat lebih dari 90 lagu non-stop menemaniku sepanjang jalan. Sempat aku berhenti membeli beberapa jenis minuman dan 3 kg salak pondoh super. Liukan jalan menuju Wonosobo yang biasanya kutempuh dengan kepala pusing, kali ini terasa ringan. “Ajaib, aku gak pusing sama sekali,” komentarku kepada yang menyetir. “Mungkin karena sepanjang jalan aku menyanyi ya,” imbuhku. Satu-satunya keluhanku kali ini hanyalah perbaikan jalan yang terjadi di banyak titik –membuat mobil seringkali harus berjalan pelan, bahkan berhenti bergantian dengan kendaraan lain yang datang dari arah depan–. Selebihnya, menyenangkan.

Menjelang magrib, aku memasuki Wonosobo. Kabupaten yang terletak paling tinggi di Jawa Tengah ini berada di dataran tinggi Dieng. Ini menyebabkan Wonosobo begitu sejuk di malam hari dan terasa tidak terlalu panas di siang hari. Hotel tempatku menginap, walaupun bukan hotel terbesar tapi tetap menjadi pilihan favorit. Letaknya di tengah kota , bersih, nyaman dan relatif tidak terlalu menguras kantong.

Aku tidak bisa berlama-lama check-in dan harus melompat berpindah ke hotel terbesar di Wonosobo untuk mengikuti kegiatan pertemuan suatu departemen dan para pihak. Fokusnya membahas upaya bersama yang perlu dilakukan merespon kondisi yang sudah beberapa tahun terakhir menimpa dataran tinggi Dieng. Pesatnya pertumbuhan hutan kentang, juga tembakau, di banyak tempat di tempat tujuan wisata ini, menjadikan fungsi Dieng terganggu. Jika dulu hutan alam menjalankan fungsinya dengan baik, alih fungsi yang dilakukan menjadikan Dieng semakin gundul dan berubah wujud terutama menjadi hutan kentang. Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor mulai terjadi. Ancaman tambahan di masa depanpun mengintai. Sebut saja rusaknya tempat cadangan air, kekeringan dan penggurunan. Bukan hanya kabupaten Wonosobo yang akan menghadapi, tapi juga banyak kabupaten di sekitar akan terkena dampak rusaknya Dieng. Pertemuan 2 hari di Wonosobo tersebut diharap membawa perhatian lebih pihak-pihak terkait terhadap masalah bersama ini.

Swary Utami Dewi)

Kuil Cheng Ho di Semarang (Foto: Swary Utami Dewi)

Sesudah Wonosobo, aku meluncur ke Semarang . Menjelang siang, kota ini terasa panas. Aku ngotot minta diantar ke suatu tempat dimana aku bisa mengetahui sedikit banyak tentang Laksamana Cheng Ho. Dia adalah pemimpin armada Cina yang telah berkeliling dunia sejak awal 1400-an, jauh sebelum para penjelajah Eropa mulai menancapkan kuku di banyak tempat di dunia. Tanya punya tanya, akhirnya aku dirujuk ke suatu kuil yang dibangun untuk menghormati Cheng Ho. Klenteng Agung Sam Poo Kong, ke situlah aku dirujuk. Ternyata Sam Poo Kong (bahasan Hokkian) merupakan nama asli Cheng Ho atau Zheng He. Walau tidak banyak yang kuperoleh, tapi beberapa keterangan tertulis di dinding batu klenteng beserta buku merah berjudul Klenteng Agung Sam Poo Kong, membuatku sedikit lebih paham tentang kehebatan Cheng Ho.

Swary Utami Dewi)

Dua Sahabatku Melepas Lelah di Depan Makam Kartini di Rembang (Foto: Swary Utami Dewi)

Menjelang sore, dari Semarang , aku menuju Rembang. Tiba malam hari, tidak banyak yang kujumpai selain deru kendaraan di kabupaten yang menjadi salah satu titik jalur pantura tersebut. Tapi esok dan esoknya, aku terpesona pada beberapa hal di sana . Selain cita-cita masa kecilku tercapai: melongok makam RA Kartini, aku juga terpesona oleh kuliner dan batik Lasem Rembang. Dua hari tiga malam terasa kurang. Tapi hatiku berkata, suatu hari aku akan kembali lagi ke sana.

Walau tidak lama perjalananku kali ini, tapi beberapa hal yang belum pernah kutemui tetap memukau. Kota-kota sepanjang pantai utara Jawa Tengah khususnya, yang baru pertama kutelusuri, ternyata memang menyimpan sejarah dan pesona tersendiri. Layak memang menjadi atau dijadikan tempat wisata domestik.

2 Comments »

  1. Halooo…..sudah mampir ke Dieng sekarang saya aturi pinarak di website pembelajaran bahasa Jawa SMA 2 Wonosobo di http://www.setyawara.tk
    nuwun

    Comment by Setya Amrih Prasaja — August 12, 2009 @ 11:22 am

  2. o….great

    Comment by endang — January 23, 2010 @ 2:31 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: