Sudewi2000’s Weblog

October 1, 2008

RENCANA 2007

Jakarta, 4 Januari 2007

BIKAL)

Menanam Bakau di Teluk Lombok (Foto: BIKAL)

Akhir 2006, Multistakeholder Program (MFP) selesai. Program yang telah menjadi wadah belajar dan berkembangku akhirnya berakhir. Namun, “program lanjutan” baru terus berjalan dan direncanakan untuk 2007. Semua lebih bersifat personal dan batiniah. Menyambung apa yang sudah ada, meneruskan tapak yang sudah terjejakkan.

Paling tidak akan ada 4 kerja “batin” yang akan kulakukan di 2007. Pertama, bersama geng MFP. meneruskan dukungan terhadap contoh-contoh pengelolaan hutan lestari berbasis masyarakat (PHLBM) di berbagai tempat di Indonesia sebagai inspirasi bagi pengambil kebijakan di departemen terkait. Wacana kebijakan mulai melangkah maju dalam bentuk produk atau rencana produk kebijakan pro-masyarakat yang lebih nyata. Ini sekaligus membuka pintu pengakuan dan pemberian ijin terhadap bentuk-bentuk PHLBM yang ada dan berkembang di masyarakat: hutan kemasyarakatan, hutan desa, pola-pola kemitraan, desa konservasi dan sebagainya. Menhut mengeluarkan surat keputusan pada awal november 2006 mengenai pembentukan tim pokja evaluasi dan percepatan kebijakan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Tiga anggotanya yang berasal dari luar Dephut berasal dari tim MFP dan mitra. Jadi rasanya, apa yang dulu selama bertahun-tahun dikejar-kejar oleh MFP bisa lebih nyata dan ada di depan mata. Tinggal bagaimana menyambungkannya. Tanggung kalau ini ditinggalkan.

Proyek kedua adalah “resources raising” untuk Community Foundation (CF) atau Yayasan Komunitas “Kawal Borneo”. Bersama beberapa mitra MFP dan pihak-pihak terkait lain telah dimatangkan konsep CF Kawal Borneo yang menitikberatkan pada konsolidasi kekuatan pendanaan lokal. Faktanya sumber-sumber dukungan lokal sangatlah potensial dan memadai. Credit Union atau lembaga keuangan simpan pinjam yang bersifat lokal misalnya, tersebar dan berkembang baik di berbagai tempat di Kalimantan. Satu CU memiliki aset milyaran bahkan bisa ratusan milyar. Setiap CU biasanya memiliki alokasi untuk dana sosial. Kisarannya antara 2-5 persen, jika tidak salah. Dana tersebut jika bisa dikonsolidasi dari beberapa CU saja dan dikelola oleh CF akan menjadi suatu kekuatan pendanaan dan dukungan yang luar biasa terhadap berbagai inisiatif pengembangan ekonomi masyarakat di Kalimantan. Lokal mendukung perkembangan lokal, inilah yang menarik dari CF Kawal Borneo. Kerjaan batin kedua ini mensyaratkan kerja serius yang tidak main-main.

Proyek batin ketiga adalah mencetuskan dan menggalang dukungan untuk kampanye anti asap di Kalimantan dan Sumatera. Sejak 1990-an, asap akibat kebakaran/pembakaran(?) hutan dan lahan telah menjadi langganan dua pulau ini. Anehnya, meski tiap tahun terjadi dan masyarakat mengeluhkan akibatnya jika musim asap telah tiba, banyak orang menjadi lupa ttg ini pada bulan-bulan non-asap. Ada pendapat bahwa pintu masuk “penyadaran” bahaya asap yang kurang kena bagi mayoritas penduduk Kalimantan dan Sumatera. Bersama beberapa teman mulai dirancang konsep kampanye anti asap ini. Gerakan harus dimulai dari sekarang, dari masa di mana hutan dan lahan belum terbakar/dibakar. Pendekatan dipilih dari segi kesehatan. Jika yang diajukan adalah jumlah lahan dan hutan yang rusak, so what? Bagi banyak orang, tidak akan berpengaruh karena mereka tinggal di kota misalnya atau di tempat-tempat lain yang tidak terkena dampak langsung kerusakan hutan. Dari jumlah satwa yang mati karena kebakaran? Tidak juga mengundang minat banyak orang untuk prihatin. Tapi jika disinggung dengan pertanyaan: apa yang anda bayangkan yang terjadi pada anak atau Anda sendiri jika setiap berapa bulan per tahun asap masuk dan dihirup paru-paru? Apa yang bisa terjadi dalam sepuluh tahun mendatang jika ini terus menerus terjadi? Isu kesehatan diasumsikan lebih menyentuh banyak orang.

Proyek terakhir, tercetus bersama karibku Rara di Peninsula akhir Desember 2006. Pagi hari ketika bangun, aku dan Rara ngobrol banyak hal ttg kesukaan kami masing-masing. Sampailah kemudian pada cita-cita untuk mendorong perpustakaan kampung, dimulai dari beberapa tempat di Kalimantan. Kebetulan pengalaman bekerja dengan kelompok masyarakat di Kalimantan menjadi penyambung ide untuk memberikan nilai tambah terhadap apa yang sudah ada di situ. Masyarakat menyumbang tempat dan tenaga, LSM pendamping bisa menyumbang ketrampilan kepada masyarakat ttg mengelola perpustakaan secara sederhana, aku dan Rara mau mengajak teman-teman yang peduli untuk bergerak mengumpulkan buku. Untuk jenis buku, semua buku anak akan di tampung dan dibagikan. Untuk buku lain, akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Kelompok petani bakau Pangkang Lestari di pesisir TN Kutai Kaltim misalnya, akan lebih cocok disuplai buku pengetahuan ttg budidaya bakau, pengelolaan keramba kepiting dan lain-lain

Empat proyek batin ini sangat menyenangkan dan membuatku bersemangat untuk menjalani tahun 2007. Moga-moga kesampaian semua rencanaku bersama teman-teman ini.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: