Sudewi2000’s Weblog

September 30, 2008

MERATUS TETAP BERTAHAN

Meratus, Kalsel, 28 Oktober 2006

Sejak tanggal 28 malam, aku dan beberapa teman dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) Kalsel berangkat menuju Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Sesudah menginap semalam di hotel setempat, esok pagi perjalanan ke Meratus dilanjutkan. Satu setengah jam kemudian, sampailah kami ke Balai Batu Kambar. Kemudian naik ke atas, menuju kantor Credit Union (CU) Bintang Karantika Meratus, lembaga keuangan simpan pinjam yang didirikan masyarakat Meratus dan melayani lebih dari 70 balai atau kampung adat di sana.

The Credit Union Office (by LPMA staff)

Papan Nama Credit Union (Foto: LPMA)

Walaupun mengalami sedikit masalah kredit macet, secara keseluruhan CU BKM bisa dikatakan cukup sukses. Anggotanya sekarang, semenjak berdiri November 2002, telah melebihi 600 orang, dengan total aset lebih dari 2 milyar. Bukan hanya aset yang kemudian bisa menjadi tolok ukur kemajuan CU di masyarakat Meratus ini. CU Meratus didirikan di kampung, di kaki pegunungan Meratus yang notabene dihuni Dayak Meratus. Lazimnya mereka yang tinggal jauh dari pusat kota, penduduk Dayak Meratus merasa telah banyak stigma miring yang diberikan kepada mereka. Karena itu, mereka ingin mengubah imej yang selama ini sudah terbentuk, untuk memajukan diri. Tambahan lagi, tuntutan ekonomi yang seringkali ditemui masyoritas penduduk Meratus ini kemudian memberikan mereka keinginan untuk memiliki sesuatu yang bisa menolong mereka di kala susah (terjepit).

LPMA memberikan jalan kepada masyarakat Meratus untuk mendirikan dan mengembangkan CU BKM ini. Melalui beberapa proses (studi banding, peninjauan kelayakan dsb), CU ini akhirnya pun berdiri. Kini CU tersebut sudah melayani puluhan “balai” (kampung-kampung adat Dayak Meratus) dan telah berkembang sampai ke Loksado.

Memang ada beberapa kendala, yang juga lazim dihadapi oleh banyak CU, seperti credit macet. Namun, untuk CU Meratus, aset bukanlah satu-satunya cara melihat berjalan tidaknya lembaga keuangan ini. Ketika ratusan orang Dayak Meratus tersadarkan tentang pentingnya menabung dan merencanakan masa depan untuk anak misalnya, pada saat itu kesadaran dan harapan tentang sesuatu yang lebih baik tidak lagi menjadi mimpi. Tapak meraih kenyataan sudah mulai ada di depan mata.

Dengarlah komentar Pak Markuban, salah seorang penduduk Balai Kiyu, pegunungan Meratus, “Dari CU saya sekarang punya harapan tentang masa depan dua anak saya yang sekarang masih duduk di SMP. Jika dulu saya tidak yakin mampu bisa menyekolahkan anak, sekarang saya yakin ke sekolah yang lebih tinggipun saya bisa asal anak tersebut mau. Tidak lagi saya takut anak saya hanya sampai kelas 3 SR seperti saya. Kalau orangtua punya cangkul, anak harus punya parang. Kalau anak tetap punya cangkul sama seperti orang tuanya, berarti tidak ada perubahan dan perkembangan.” Dari CU, dari sesuatu yang sangat sederhana, Pak Markuban semakin sadar tentang arti perubahan dan perkembangan.

LPMA)

Anak-anak Meratus: Menatap Masa Depan (Foto: LPMA)

Ke depan, untuk membuat CU BKM semakin berkembang, selain memberikan peningkatan kapasitas kepada para pengurus dan staf, dari hasil perbincangan dengan masyarakat dan pengurus, perlu juga dilakukan strategi pengembangan lain yang lebih baik, seperti mengembangkan CU ke daerah Meratus lainnya, membuat tunggakan menjadi terkembalikan dan lebih membuat aktif anggota yang sudah ada sekarang ini.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: