Sudewi2000’s Weblog

September 30, 2008

CERITA KEBANGKITAN ROTAN

10 September 2005

“Jangankan menyekolah anak, untuk makan sehari-hari pun terkadang kurang”, keluh Kusen Tariu, seorang petani rotan dari Desa Kuluk Leleng, Kalimantan Tengah (Kalteng), ketika ditanya tentang penghasilannya sebagai petani rotan sekarang ini. Keluhan seperti ini mulai berkurang, berganti harapan, ketika sekelompok petani rotan mulai berembuk membicarakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan ini.

Yusuf, Pena Indonesia)

Perempuan Pekerja Rotan Katingan (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)


Rotan memang sudah lama menjadi gantungan hidup masyarakat di Kalteng, termasuk di Kabupaten Katingan. Paling tidak sejak 1850 masyarakat di sana sudah membudidayakan rotan, dalam arti menanam bibit di sela-sela pohon buah-buahan dan kemudian mengambil keuntungan dari panen rotan.

Memasuki zaman yang lebih “modern”, rotan tetap menjadi andalan. Rotan budidaya Kalteng, menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Pernah suatu masa tercatat bahwa 80-90 % pasokan rotan mentah dunia berasal dari Indonesia. Untuk rotan mentah alam, Sulawesi menjadi andalan, sedangkan untuk budidaya, andalannya adalah rotan Kalteng dan sebagian kecil lainnya dari Kaltim.

Pada masa kejayaan rotan, penduduk Katingan bisa dikatakan hidup lumayan. Gatin Rangkay, Sekda Katingan tahun 2005, dengan semangat menceritakan bahwa dirinya bisa bersekolah sampai ke perguruan tinggi karena rotan. “Semua yang sekarang ini menjadi pejabat di Katingan, boleh dikatakan bisa bersekolah karena rotan”, jelas Gatin. Dari sudut pandang petani, kejayaan ini terlihat dari perbandingan sederhana yang diberikan Kusen. “Jika dulu dari 1 kg rotan basah bisa membeli 3-4 kg beras, sekarang dari 4 kg rotan basah baru bisa membeli 1 kg beras, ” jelasnya.

Masa keemasan berganti saat eksport rotan asalan dilarang tahun 1988. Harga rotan pun jatuh tak tertahankan. Pembeli beralasan bahwa rotan tidak bisa dibeli tinggi karena tidak lagi bisa diekspor. Untuk kebutuhan industri dalam negeri, hanya 30 % dari total produksi rotan mentah dari Katingan dan tempat lain yang bisa terserap. Akibatnya, hasil panen rotan yang menumpuk di kebun petani menjadi pemandangan yang lazim ditemui.

Saat ekspor rotan mentah kembali diijinkan, harga di kalangan petani tidak serta merta membaik. Para pembeli rotan yang kemudian mendominasi memakai berbagai alasan untuk tidak menaikkan harga rotan. Kehidupan para petani pun tetap terhimpit. Tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali merenungi nasib dan berusaha mencari cara bertahan hidup, seperti melakukan pembalakan.
Dorongan untuk memperbaiki nasib muncul saat sebuah LSM, Teropong masuk ke Marikit. Dimulai dari diskusi santai di rumah-rumah penduduk, akhirnya muncul semangat untuk berkumpul dan membicarakan masalah rotan ini. Lebih lanjut, obrolan serius tapi santai ini mulai menjadi bagian dari perbincangan masyarakat sehari-hari.

Akhirnya, awal 2005, dipelopori oleh 8 kampung di Kecamatan Marikit, didirikan Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK). Dalam waktu singkat, P2RK telah berkembang ke lebih dari 30 desa di Katingan. Kegiatan fokus sekarang ini adalah peningkatan kualitas rotan, pembuatan sistem pemeliharaan dan pengawasan kebun serta peningkatan kemampuan petani.

Kelompok juga menyadari bahwa kolaborasi penting dilakukan. Bersama Teropong dan Pemerintah Kabupaten Katingan, berbagai aksi dilakukan. Upaya perbaikan kebijakan di tingkat kabupaten dan nasional yang mempengaruhi harga rotan dilakukan secara bersama. Memotong mata rantai pemasaran dan menciptakan pasar alternatif yang memberikan harga lebih layak juga menjadi fokus bersama. Melalui P2RK inilah terlihat semangat petani rotan Katingan untuk membangkitkan kembali kejayaan rotannya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: