Sudewi2000’s Weblog

September 30, 2008

BUKAN EKONOMI SEMATA

Versi 26 November 2006

Tulisan ini dimuat sebagai salah satu artikel di buku Tunas Bersemi di Tepi Hutan (MFP dan Info Kalimantan, 2006), hal 17-34.

Yusuf PENA INDONESIA)

Menarik Rotan, Katingan Kalteng (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

Hutan Kalimantan, meski telah mengalami banyak kerusakan, tetap dipandang sebagai sumber kekayaan dunia yang sangat penting karena keanekaragaman hayati. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan hidup dan berkembang biak di dalamnya. Fauna tertentu yang sudah tergolong langka, seperti orangutan, burung enggang dan bekantan, masih bisa dijumpai. Demikian pula floranya seperti anggrek hitam dan ulin.

Yusuf PENA INDONESIA)

Kayu Tebangan, Katingan Kalteng (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

Namun, dalam beberapa dasawarsa terakhir, kekayaan hutan direduksi menjadi kayu belaka. Hasil hutan bukan kayu menjadi terpinggirkan. Para mitra Multistakeholder Forestry Program atau Program Kehutanan Multipihak di Kalimantan melakukan upaya pengembangan ekonomi masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu. Beberapa menunjukkan perkembangan, lainnya masih harus terus berjuang. Namun, ada hal penting yang dipelajari. Penguatan ekonomi masyarakat sekitar hutan melalui hasil hutan bukan kayu dijadikan pintu masuk isu-isu lainnya, seperti jender dan penguatan posisi tawar masyarakat. Inilah yang terjadi di Kalimantan.

(more…)

Advertisements

KOLAM IKAN TILAPIA DAYAK IBAN DI SUAI, SARAWAK

14 November 2006

Mempertahankan Tradisi di Tengah Modernitas

Dayak Iban Sarawak: Mempertahankan Tradisi di Tengah Modernitas (Foto: Swary Utami Dewi)

Selama 5 hari, penulis berkempatan menjadi salah satu narasumber training Agroforestry di Miri, Sarawak, Malaysia. Training yang diorganisir oleh Regional Network for Indigenous Peoples in Southeast Asia (RNIP) diikuti peserta Indonesia dan Malaysia. Salah satu kunjungan dilakukan ke Suai, melihat kegiatan wanamina yang sedang dicobakan oleh seorang petani lokal, suku Dayak Iban.

(more…)

CREDIT UNION, MUNGKINKAH SEBAGAI EMBRIO COMMUNITY FOUNDATION

12 November 2006

Bertahan Hidup dari Menggosok Rotan

Bertahan Hidup dari Menggosok Rotan, Perempuan Kutai Barat, Kaltim (Foto: Swary Utami Dewi)

Kalimantan terkenal sebagai salah satu pulau terkaya di Indonesia. Dari sektor kehutanan misalnya, hasil hutan terutama kayu, menyumbang tinggi pada pendapatan nasional. Berbagai kekayaan tambang dan mineral lain seperti minyak, gas, emas dan batubara juga menghiasi pulau ini. Namun sayang, kemiskinan di pulau ini masih tercatat cukup tinggi. Data 2004 dari berbagai sumber menunjukkan angka kemiskinan di masing-masing propinsi berkisar antara 12 – 30% dari total jumlah penduduk di tiap propinsi.

(more…)

MERATUS TETAP BERTAHAN

Meratus, Kalsel, 28 Oktober 2006

Sejak tanggal 28 malam, aku dan beberapa teman dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) Kalsel berangkat menuju Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Sesudah menginap semalam di hotel setempat, esok pagi perjalanan ke Meratus dilanjutkan. Satu setengah jam kemudian, sampailah kami ke Balai Batu Kambar. Kemudian naik ke atas, menuju kantor Credit Union (CU) Bintang Karantika Meratus, lembaga keuangan simpan pinjam yang didirikan masyarakat Meratus dan melayani lebih dari 70 balai atau kampung adat di sana. (more…)

A Story of Teluk Lombok, Kutai National Park, East Kalimantan

By: Swary Utami Dewi

25 October 2006

Children of Teluk Lombok (by Yusuf of PENA INDONESIA

Children of Teluk Lombok (by Yusuf of PENA INDONESIA)

Teluk Lombok sub-village, part of Sangkima village is located on the coastal area of Kutai National Park, which covers 198,629 hectares of forestland in East Kalimantan. Like many other coastal communities, the community of Teluk Lombok sub-village had depended on mangrove forests and marine resources such as crabs, shrimp, and fish for their livelihoods. However, in the 1970s, things started to change. External parties came to cut down the mangrove forests. Some also introduced shrimp rearing ponds. Slowly, it depleted the village’s mangrove forests. In 1980-an, the Teluk Lombok community started to harvest the fruits of depleted mangrove forests. Due to abrasion on the coast, the community had to move houses to inland. The subsequent reduction in crabs and fish that lived in the roots of the mangrove trees had also a devastating impact on the community’s welfare. (more…)

MERAYAKAN SENJA

MERAYAKAN SENJA (SEMUA FOTO: SWARY UTAMI DEWI)

30 September 2008

Salah satu saat paling memukau bagiku adalah senja. Saat matahari beranjak turun kembali ke peraduan, paduan warna yang luarbiasa dengan beragam latar, membuat tanganku tergoda untuk mengabadikan momen senja. Semua kurekam dengan kamera digital bermerek Panasonic Lumix, DMC LZ5, 5 megapixel. Berikut, beberapa suasana saat senja di berbagai pelosok Nusantara: Pekanbaru (Riau), Pantai Kuta (Bali), Pantai Losari (Makassar), Labuan Bajo (Flores, Nusa Tenggara Timur) dan Taman Nasional Kutai (Kalimantan Timur).

Yang Tumbang - Yang Bertahan, TN Kutai, Kaltim, Agustus 2008

Yang Tumbang - Yang Bertahan, Taman Nasional Kutai, Kaltim, Agustus 2008

Keemasan di Balik Dedaunan

Keemasan di Balik Dedaunan, Taman Nasional Kutai, Kaltim, Agustus 2008

Di Batas Senja, Losari, Makassar, April 2008

Kuning Keemasan, Losari, Makassar, April 2008

Kuning Keemasan, Losari, Makassar, April 2008

Di Mana Balonku? Losari, Makassar, April 2008

Di Mana Balonku? Losari, Makassar, April 2008

Bertahta di Dedaunan, Pekanbaru, Agustus 2008

Bertahta di Dedaunan, Pekanbaru, Agustus 2008

Damai di Chez Felix, Labuan Bajo, Flores, April 2007

Damai di Chez Felix, Labuan Bajo, Flores, April 2007

Berlindung di Balik Bukit, Labuan Bajo, Flores, April 2007

Berlindung di Balik Bukit, Labuan Bajo, Flores, April 2007

Berperahu di Bawah Matahari

Berperahu di Bawah Matahari, Kuta Bali, November 2006

CERPEN: MALAM TAKBIRAN

Filed under: Short Stories — Tags: , — sudewi2000 @ 7:36 am

Karya: Swary Utami Dewi

Banjarbaru, 22 Oktober 2006

Hari ini tanggal 22 Oktober 2006. Kata Abah malam takbiran. Kata Emak? Ah, aku harus menanyakan lagi besok apa kata Emak sewaktu aku menjenguk makamnya?

Tapi ya, betul… Anang, temanku sehari-hari yang setia bersamaku pergi dari pagi sampai sore untuk menyemir sepatu di bandara Syamsuddin Noor, juga mengatakan ini adalah malam takbiran. Tapi yangMuhammadiyah aja. Yang NU baru lusa lebarannya, tanggal 24. Lho, kok bisa beda gitu? Aku tidak mendapat jawaban kecuali garukan kepala Anang menandakan kebingungannya.

Alif Yusuf Vicaussie (Mei 2007)

Bola Api (Karya: Alif Yusuf Vicaussie, Mei 2007)

(more…)

MERINTIS KONSERVASI, KESEJAHTERAAN DAN KESETARAAN BERSAMA BAKAU

Tulisan versi 22 Oktober 2006

Dimuat sebagai salah satu artikel dalam buku Dari Desa ke Desa: Dinamika Gender dan Pengelolaan Kekayaan Alam (CIFOR, 2007), halaman 9-22.

Menatap Masa Depan

Anak Teluk Lombok: Menatap Masa Depan (Foto: Yusuf PENA INDONESIA)

…Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.“ (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama BIKAL, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju kesetaraan dan hidup yang lebih baik bersama bakau.

(more…)

AKU: 15 SEPTEMBER 2005

Filed under: My Self — sudewi2000 @ 4:18 am

Bogor, 15 September 2005

Aku kangen dengan tiga anakku yang sudah beberapa hari kutinggalkan. Writing workshop di Bogor memang menyenangkan, tapi ingat anak lebih menyenangkan lagi.
(more…)

MENAPAK SUKSES BERSAMA BAKAU

Versi 15 September 2005

“Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah.” (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok)

Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Pesisir desa dengan hutan bakau yang rusak tidak membuat semangat mereka surut untuk merintis kesuksesan. Bergandengan tangan dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Bikal, dimulailah tapak perjalanan masyarakat, laki-laki dan perempuan, menuju hidup yang lebih baik bersama bakau.

BIKAL)

Abrasi di Teluk Lombok (Foto: BIKAL)

Bakau dan Teluk Lombok

Teluk Lombok dan satu dusun lainnya berada dalam naungan desa Sangkima, tidak jauh dari pesisir Taman Nasional Kutai. Sangkima sendiri tercatat sebagai desa tertua di wilayah taman nasional yang memiliki luas 198.629 hektar ini. Hutan mangrove yang melindungi pantai dari erosi, hantaman gelombang dan terpaan badai, terbentang di sepanjang timur taman nasional itu. Hutan bakau di Taman Nasional Kutai merupakan bagian dari kekayaan hutan bakau Kalimantan Timur yang luasnya hanya kalah dari hutan serupa di Papua dan Sumatera Selatan.

(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.