Mei 2007
Lemo
Lemo adalah tempat pekuburan dinding berbatu. Letaknya di Desa Lemo. Disebut Lemo, karena pekuburan batu utama memiliki dinding yang berkerut-kerut seperti kulit jeruk atau lemo dalam bahasa setempat. Diperkirakan ada sekitar 75 buah lubang batu kuno di tempat ini. Di dalam lubang-lubang batu tersebut juga ditemui patung-patung dari mereka yang sudah meninggal dan dimakamkan di sini (tau-tau).

Pekuburan Batu di Desa Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Tidak semua orang bisa dibuatkan tau-tau. Biasanya yang dari kalangan bangsawan sajalah yang dibuatkan tau-tau sesudah memenuhi persyaratan tertentu.

Tau-Tau di Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Deretan Tau-Tau (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Di sisi pekuburan batu Lemo, dijumpai beberapa pintu yang fungsinya untuk memasukkan jenazah ke dalam kubur batu tersebut. Pintu tersebut ada yang ditutupi dengan kayu, ada pula dengan bambu.

Pintu Kayu di Dinding Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Pintu Bambu di Kubur Batu Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Beberapa kubur lain juga dijumpai di kompleks pekuburan Lemo ini. Selain itu, di Lemo juga dijumpai pemandangan menarik berupa hamparan sawah padi yang terbentang luas.

Kubur Lain di Desa Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Hamparan Sawah di Lemo (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Lokomata
Lokomata merupakan wilayah di lereng Gunung Sesean. Letaknya di Desa Pangden, sekitar 30 km dari Rantepao. Selain menampilkan pemandangan yang luar biasa indah, di tempat ini juga ditemukan puluhan kubur batu.
Lokomata yang Mempesona (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Deretan Bebatuan di Lokomata (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)

Salah Satu Kubur Batu di Lokomata (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Di Lokomata ini bongkahan batu besar, terkadang sebesar kamar rumah, diukir berbentuk kepala dan berfungsi sebagai kubur batu.

Sedang Membuat Kubur Batu di Lokomata (Foto: Swary Utami Dewi, Mei 2007)
Decak kagum pasti mengiringi kepergian dari Lemo dan Lokomata, mengingatkan kita betapa alam bisa menyatu erat dengan budaya dan kepercayaan.