27 Juli 2008
DEN HAAG
Di sinilah aku menghabiskan hampir sebagian waktuku selama 1 bulan di Eropa, dari akhir Mei sampai akhir Juni 2008. Centrum, pusat kota, menjadi tempat tinggalku. Hostelku terletak di Oudemostraat. Berjarak sekitar 100 meter dari Istana Resmi Tempat Kerja Ratu Belanda, dan hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari tempat kuliahku, the Institute of Social Studies (ISS).

Karnaval di Den Haag Menyambut Musim Panas (Foto: Swary Utami Dewi)

Lambang Kerajaan di Gerbang Istana Ratu Belanda (Foto: Swary Utami Dewi)

Istana Ratu Belanda di Balik Terali (Foto: Swary Utami Dewi)

ISS Tampak Samping (Foto: Swary Utami Dewi)

Jalan di Pintu Belakang Hostel (Foto: Swary Utami Dewi)

Salah Satu Rumah Susun di Den Haag (Foto: Swary Utami Dewi)

Berpose di Depan Kedubes Indonesia di Den Haag (Foto: Boyce)
Aku menyukai hampir setiap sisi kota ini. Open market, sejenis pasar tradisional yang bersih, menjadi target jika aku dan teman-teman ingin berbelanja murah. Jenis barang apapun tersedia, termasuk makanan dan pakaian. Terkadang, kami juga iseng mengintip toko-toko “setengah megah” di antara toko-toko merek dunia yang membentang di kira-kanan hostelku. Jika ada pengumuman “korting”, bergegaslah kami masuk untuk mengecek harga. Lumayan. Ada teman yang menemukan sepatu, baju, tas atau dompet dengan harga miring, tapi bagus. Mmh, aku juga melakukan hal yang sama.

Salah Satu Restoran di Antara Pertokoan (Foto: Swary Utami Dewi)

Peserta Festifal Memperagakan Busana Musim Panas (Foto: Swary Utami Dewi)

Deretan Pertokoan Elit dekat Hostel (Foto: Swary Utami Dewi)
Yang mengagumkan di Den Haag, juga tempat-tempat lain di Belanda adalah bangunan tua dan sistem kanal yang terjaga dengan baik. Bangunan baru yang dibangun juga tidak mengganggu jalur hijau dan sistem kanal di kota ini. Trotoar dibuat dari sejenis batu yang disusun tidak rapat, sehingga bisa tetap memberi ruang nafas bagi tanah dan jalan bagi air merambat ke dalam tanah.

Bangunan Tua di Belanda, Terjaga Rapi (Foto: Swary Utami Dewi)

Kanal Kecil di Depan ISS (Foto: Swary Utami Dewi)

Gunung Es Buatan Mengapung di Atas Sungai (Foto: Swary Utami Dewi)

Sungai Yang Terjaga Bersih (Foto: Swary Utami Dewi)

Pepohonan Menaungi Trotoar (Foto: Swary Utami Dewi)

Deretan Bunga di Trotoar Sepanjang Sungai (Foto: Swary Utami Dewi)
Sistem transportasi Den Haag juga tertata rapi. Untuk umum tersedia kereta, trem dan bis. Untuk keperluan pribadi, sepeda berseliweran di mana-mana. Malah ada jalan khusus dan rambu-rambu lalu lintas bagi sepeda. Menurut informasi dari sahabat SD-ku yang menikah dengan orang Belanda, Intan, jumlah sepeda di Belanda lebih banyak dari jumlah penduduknya. Menarik memang. Selain hemat dan tidak mengeluarkan polusi, kebiasaan bersepeda ini menjadikan orang-orang yang tinggal di Belanda menjadi lebih gesit dan sehat.

Budaya Bersepeda di Belanda (Foto: Swary Utami Dewi)

Sepeda, Favorit Orang Belanda (Foto: Swary Utami Dewi)

Trem, Salah Satu Transport Publik (Foto: Swary Utami Dewi)
waooow… saia selalu tertarik mendengar cerita ttng denhaag.. banyak kenangan mendengar kota yg satu ini…
Comment by manchoenk — August 13, 2009 @ 8:39 pm