30 Oktober 2008
Kesempatan kembali ke Bali, walau hanya sekejap, kesekian kali dalam tahun ini, selalu mendatangkan hal-hal menyenangkan. Bersama seorang sahabat, Ima dan teman baru, Opie, berangkatlah kamu menuju Ubud, Gianyar. Target utama adalah Tegal Alang.

Tegal Alang, Bali (Foto: Swary Utami Dewi)
Menjelang siang, perhentian pertama saat kami mulai memasuki Kabupaten Gianyar adalah sebuah restoran, Malioboro. Sempat aku mengejek Ima, yang berasal dari Yogya. “Jauh-jauh ke Bali kok makannya di Malioboro.” Ima hanya menanggapi dengan cengiran. Menu cukup sederhana, namun sangat menggugah selera, membuat kelelahan berkurang jauh.

Restoran Malioboro, Ubud (Foto: Swary Utami Dewi)
Kemudian, perjalanan dilanjutkan. Dasar Bali. Walau maksud utama ke Tegal Alang, tetap saja ada yang dilihat dan menarik perhatian. Istana Ubud dan Padang Tegal, tempat sejenis suaka margasatwa untuk monyet yang dipandang suci oleh penduduk Bali.
Ima mengingatkan untuk tidak berlama-lama karena waktu tersisa hanya beberapa jam sebelum aku kembali ke bandara. Akhirnya, sampailah kami ke Tegal Alang. Deretan menurun padi yang ditanami di lembah memang membawa pesona tersendiri. Inilah beberapa foto yang sempat diabadikan.

Tegal Alang dari Teras Sebuah Toko (Foto: Swary Utami Dewi)

Dari Kejauhan Tetap Mempesona (Foto: Swary Utami Dewi)

Liukan Persawahan Tegal Alang (Foto: Swary Utami Dewi)

Tetap Perkasa Melintasi Pematang (Foto: Swary Utami Dewi)

Aku dan Ima (Foto: Opi)

Aku dan Opi (Foto: Ima)
nice pict bu!!!
Comment by Chenko — June 25, 2009 @ 5:47 am