Bogor, 15 September 2005
Aku kangen dengan tiga anakku yang sudah beberapa hari kutinggalkan. Writing workshop di Bogor memang menyenangkan, tapi ingat anak lebih menyenangkan lagi.
Rama, bungsuku yang 23 Sept nanti dua tahun dan belum bisa ngomong, hanya berceloteh seperti biasanya lewat telpon. Mengoceh panjang lebar, ucapannya akan berakhir, he….
Ara, si nomor dua, yang 6 Sept lalu berulangtahun ke 4, berkomentar, “Mah, kok mamah pulangnya lama? Sudah lebih setengah jam perginya.” He he lucu, padahal aku sudah meninggalkan rumah sejak 5 Sept, tapi Ara mengukurnya dalam hitungan jam
Alif, yang 1 Sept lalu tepat 6 tahun, lewat telpon menanyakan jam berapa di Bogor, jam berapa di Jakarta, Australia, Amerika, Perancis dan Islandia. Aku sempat menjawab beberapa, tapi bingung dengan yang lain. “Lif, kok kamu tahu nama-nama negara?’ tanyaku. “Alif kan baca, Mah,” jawabnya lugu. He he, aku lupa kalau anak sulungku ini gila baca.
Hari ini kembali menyenangkan. Final draft tulisanku untuk “Jender dan Keanekaragaman Hayati” sudah selesai. Senang rasanya aku bisa mengalahkan diri sendiri. Lama sekali aku punya cita-cita menulis pengalamanku dan teman-teman di lapangan. Tapi terbentur banyak hal. Tidak punya waktu alasan utamaku. Kemudian aku menyadari bahwa waktu tidak akan ada kalau kita tidak pernah meluangkannya.
Dan malam ini aku mulai meluangkan waktu untuk menulis…
salam kenal mba,
cah seren yang seneng bolak balik bogor-jakarta-rembang..
cah rembang
rusidi.bs
Comment by rusidi — October 19, 2008 @ 7:02 pm
Cah Rembang,
Salam kenal juga.
tami
sudewi2000.wordpress.com
Comment by sudewi2000 — February 21, 2009 @ 3:53 am